Ilustrasi kasus perdata. (Freepik)
INDOZONE.ID - Masyarakat Indonesia lebih lumrah dengan istilah kasus pidana ketimbang perdata. Padahal, kasus perdata juga kerap terjadi di kehidupan sehari masyarakat Indonesia meski jarang tersorot.
Kamu harus tahu, hukum perdata merupakan cabang hukum yang mengatur hubungan antara individu atau badan hukum dalam konteks pribadi dan ekonomi.
Ilustrasi palu sidang. (Freepik/Racool_studio)
Hukum perdata bersifat privat karena menyangkut hak dan kewajiban yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
Hukum perdata memiliki dasar-dasar yang berasal dari prinsip-prinsip hukum Belanda. Ini merupakan turunan dari hukum Romawi.
Tujuan hukum perdata adalah melindungi kepentingan pribadi, memfasilitasi transaksi, dan menyelesaikan sengketa. Berikut beberapa sumber hukum perdata, yaitu:
Baca juga: Orang yang Ogah Bayar Utang Apakah Bisa Hukum Perdata atau Pidana? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Sementara itu, keberadaan hukum perdata dalam bisnis pun amat penting. Bagaimana tidak, hukum perdata mengatur transaksi, kontrak, dan hubungan antara pelaku usaha.
Perusahaan bisa menghindari risiko sengketa di masa depan, dengan memahami hukum perdata yang berlaku di Indonesia.
Secara umum, pemahaman terhadap hukum perdata akan membuat individu dan perusahaan bisa melindungi hak masing-masing, menyelesaikan sengketa, dan bertransaksi secara aman.
Penjelasan sederhana perihal hukum perdata telah dipaparkan di atas. Kini, waktunya kamu mengetahui contoh kasus hukum perdata di Indonesia.
Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah!
1. Sengketa Wanprestasi (Ingkar Janji)
Sengketa wanprestasi merupakan kasus hukum perdata yang paling umum terjadi di Indonesia. Sebab, kasus ini terjadi kala salah satu pihak tidak memenuhi tanggung jawabnya, sesuai yang tertera dalam kontrak berkekuatan hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkeu, Yaplegal