Rabu, 13 MEI 2026 • 17:54 WIB

760 Kg Merkuri Hendak Diselundupkan ke Filipina, Ternyata Berasal dari Tambang Ilegal di Ambon

Author

Konferensi pers Polda Metro Jaya kasus penyelundupan merkuri. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Polda Metro Jaya mengungkapkan asal-usul merkuri seberat 760 kg, ternyata hendak diselundupkan ke Filipina. Usut punya usut, merkuri tersebut berasal dari tambang ilegal di Ambon.

"Perlu kami jelaskan juga bahwa kerena memang dilarang, jadi asal usul merkuri pastinya dari tambang ilegal. Jadi, kami bisa pastikan dari tambang ilegal," kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anton Hermawan, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Disebutnya, merkuri ini didapat dari wilayah Gunung Botak, Ambon. Wilayah itu sudah terkenal sebagai lokasi yang marak tambang emas ilegal.

"Gunung Botak di Ambon. Disana berkaitan dengan penambangan emas, kalau searching di Google penambangan emas ilegal terbesar pasti di daerah Gunung Botak," ucap Anton.

Baca juga: Polda Metro Bongkar Modus Penyelundupan Merkuri ke Filipina, Disisipkan di Karpet

Dalam hal ini, Anton menyebut Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah sana. Di sana, sudah pernah dilakukan penindakan oleh kepolisian bersama TNI.

"Baru saja dilakukan penindakan kerja sama antara kepolisian daerah sama TNI setempat," tuturnya.

Jadi Bahan Pemurnian Emas

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga membeberkan alasan barang tersebut hendak diselundupkan ke Filipina. Barang langka untuk pemurnian emas, menjadi alasan upaya penyelundupan ini.

"Setelah kita lakukan, mencari informasi juga, disana juga digunakan untuk pemurnian emas. Ya, jadi memang barang merkuri ini untuk lokasi di Filipina khususnya di Manila memang juga barang jarang," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor D Mackbon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU