Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 20:00 WIB

Kementerian PU Prioritaskan Pemulihan Jalan dan Jembatan di Aceh

Author

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berfokus pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan di Provinsi Aceh pasca bencana Sumatera. (ANTARA/Kementerian PU)

INDOZONE.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfokuskan penanganan pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan di Provinsi Aceh pasca bencana banjir dan longsor di Sumatera. 

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan seluruh tim teknis di Aceh tetap siaga untuk memulihkan akses warga dan jalur distribusi logistik.

“Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/12/2025).

Kementerian PU terus mempercepat penanganan darurat infrastruktur yang terdampak bencana. 

Baca juga: Update Korban Jiwa Bencana Sumatra 940 Jiwa, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Bekerja Cepat Salurkan Kebutuhan Warga

Fokus utama adalah pemulihan konektivitas jalan nasional, jembatan yang terputus, serta dukungan sarana darurat bagi masyarakat terdampak.

Ratusan Titik Infrastruktur Rusak

Di Provinsi Aceh tercatat 477 titik terdampak bencana, terdiri dari banjir tanggul kritis sebanyak 143 titik, longsor 46 titik, dan banjir tanggul jebol 36 titik. 

Penanganan darurat yang dilakukan Balai dan UPT Kementerian PU sejauh ini telah mencapai 48,34 persen.

Kerusakan juga menyasar 30 ruas jalan nasional dan 15 jembatan nasional. Sejumlah jalur telah kembali dapat dilalui, antara lain jalur Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, serta Kuala Simpang–Perbatasan Sumatera Utara.

Namun terdapat ruas lain yang masih terputus dan ditargetkan pulih secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025.

Percepatan Jembatan Bailey di Titik Kritis

Untuk mengatasi terputusnya jaringan jalan, Kementerian PU mempercepat pemasangan jembatan bailey di sejumlah lokasi terdampak, antara lain Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, dan Timang Gajah.

Material sebagian telah tersedia di lokasi, sementara sisanya sedang dalam proses mobilisasi menuju Aceh. Salah satu titik yang tengah dipercepat adalah Jembatan Teupin Mane.

Kerusakan Infrastruktur Layanan Dasar

Selain pada sektor jalan dan jembatan, kerusakan infrastruktur air minum dan permukiman juga teridentifikasi cukup luas. 

Sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terdampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan Air di Kota Langsa.

Baca juga: Kayu Gelondongan Bencana Sumatera Tumbang Alami dan Tidak Alami, 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat seperti Sanimas, TPS3R, dan fasilitas PISEW turut mengalami kerusakan.

Untuk mendukung percepatan penanganan, alat berat dan logistik darurat terus dikerahkan, termasuk 41 ekskavator, 25 dump truck, serta penyediaan tenda, perlengkapan sanitasi, dan bantuan dasar bagi warga yang masih mengungsi.

Pemulihan Bertahap Hingga Layanan Publik Normal

Dody menegaskan penanganan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fungsi layanan publik dapat kembali berjalan dengan baik.

“Kami tidak hanya memulihkan konektivitas, tetapi juga layanan dasar seperti air bersih dan fasilitas permukiman. Masyarakat Aceh harus segera kembali pada aktivitas yang aman dan produktif,” katanya.

Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan BNPB hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, agar pemulihan berlangsung tuntas serta lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU