INDOZONE.ID - Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, mencatat korban jiwa akibat bencana banjir mengerikan yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan 940 orang meninggal.
BNPB juga mengungkapkan data lanjutan, yakni 276 hilang dan sekitar 5 ribu warga terluka.
Tak hanya itu, lebih dari 147 ribu rumah rusak, dengan 52 kabupaten terdampak di tiga provinsi.
Fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan juga ikut porak-poranda.
Total ada 1.300 fasilitas umum rusak, termasuk 420 rumah ibadah, 199 fasilitas kesehatan, 234 gedung kantor, 701 fasilitas pendidikan, dan 405 jembatan. Kondisi ini membuat akses logistik terputus dan banyak desa terisolasi.
Baca juga: Kayu Gelondongan Bencana Sumatera Tumbang Alami dan Tidak Alami, 4 Perusahaan Dihentikan Sementara
Presiden Prabowo Subianto kembali ke Aceh untuk dan meninjau Bireuen pada Minggu (7/12). Kepala Negara, langsung menuju lokasi pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane. Jembatan ini salah satu jalur vital penghubung Bireuen–Takengon yang sempat terputus.
Dari dekat, ia melihat alat berat memperkuat fondasi jembatan dan timbunan batu gajah.
“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka,” kata Presiden dikutip dari laman Setpres.
Baca juga: Masjid Dikepung Potongan Kayu dan Batang Pohon Usai Banjir Bandang di Aceh Tamiang
Ia menambahkan bahwa jembatan ini akan membuka akses ke tiga jembatan lain menuju Bener Meriah dan Takengon.
Presiden menegaskan bahwa pemulihan jalur darat menjadi prioritas.
“Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres, BNPB