INDOZONE.ID - Sejumlah elemen massa dari pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 21 Juli 2025 kemarin. Bisa dikatakan massa yang hadir tidak maksimal usai diketahui suara ojol terpecah.
Aksi unjuk rasa kemarin berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Tak maksimal lantaran masih banyak ditemukan ojol yang memilih tidak mengikuti aksi unras terasebut.
Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON) Andi Kristiyanto menegaskan jika pihaknya memang tidak mengikuti aksi unjuk rasa kemarin. Ketidakikutsertaan lantaran tuntutan yang diajukan dalam demo hanya mewakili sebagian pihak ojol saja.
Baca juga: Jet Tempur Bangladesh Jatuh di Kampus Dhaka, Tewaskan 19 Orang
"KON tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa hari ini. Beberapa poin tuntutan aksi berbeda dan kami tetap menganggap bahwa tuntutan tersebut hanya mewakili segelintir ojol dan sarat dengan kepentingan pribadi atau golongan atau kelompok tertentu, serta ada indikasi muatan politis,” kata Andi seperti dikutip pada Selasa (22/7/2025).
Selain KON, penolakan juga datang dari Forum Komunitas Driver Online Indonesia, yang dipimpin oleh Rahman Thohir. Dia menilai tuntutan yang disuarakan dalam aksi tidak memiliki dasar yang kuat malah justru bisa berdampak negatif terhadap ekosistem transportasi online secara keseluruhan.
“Dalam KP 1001 tahun 2022 memang diatur potongan 20 persen itu. 15 persen potongan langsung dan 5 persen potongan tidak langsung untuk kesejahteraan mitra. Ada aplikator yang memang menerapkan ini berupa voucer swadaya. Nah kalau ini dihilangkan jadi 10 persen apakah ini ada lagi nanti?” kata Rahman.
Baca juga: Pejuang Druze Kembali Kuasai Sweida Usai Gencatan Senjata Diumumkan Suriah
Ia juga mengimbau para pengemudi untuk lebih fokus mengawasi implementasi dari potongan 5 persen tersebut, ketimbang menuntut pemangkasan komisi secara sepihak.
“Kami mengimbau teman-teman lihat yang penerapan 5 persen ini apakah benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan mitra,” ujarnya.
Aksi demo diketahui digelar pad hari Senin kemarin oleh sejumlah massa ojol di Jakarta. Tuntuntan demo kemarin salah satunya meminta komisi driver 90 persen dan potongan aplikator 10 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara