Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 22 JULI 2025 • 11:47 WIB

Presiden Prabowo Ungkap Istilah ‘Serakahnomics’, Kesal Praktik Curang Penggilingan Padi

Presiden Prabowo Ungkap Istilah ‘Serakahnomics’, Kesal Praktik Curang Penggilingan PadiPresiden Prabowo Subianto menyebut serakahnomics terkait praktik curang di sektor pangan. (Dok. Humas Setpres)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan permainan curang dalam distribusi pangan, terutama di sektor penggilingan padi. Ia menegaskan bakal menyita penggilingan-penggilingan yang tak patuh dan menyerahkannya ke koperasi, demi sistem ekonomi yang lebih adil dan berpihak pada rakyat. 

Kepala Negara bahkan membuat istilah baru terkait permainan curang tersebut dengan nama “serakahnomics.”

Hal itu disampaikannya saat meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Klaten, pada Senin (21/7/2025). Presiden Prabowo menyampaikan pernyataan tegas. Ia mengajak semua pihak untuk serius menata ulang sistem distribusi pangan, yang selama ini menurutnya banyak merugikan petani dan rakyat kecil.

Prabowo tak ragu menyebut adanya pelaku usaha besar yang sengaja membeli gabah dari petani dengan harga murah, lalu menjual beras biasa sebagai produk premium dengan harga tinggi.

“Penggiling padi adalah cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Kalau penggiling padi tidak mau tertib, tidak mau patuh kepada kepentingan negara, ya saya gunakan sumber hukum ini. Saya katakan, saya akan sita penggiling-penggiling padi itu. Saya akan sita dan akan saya serahkan kepada koperasi untuk dijalankan,” ujarnya dikutip dari Setpres, Selasa (22/7/2025).

Baca juga: Presiden Prabowo: Kemerdekaan Sejati Adalah Kemerdekaan Ekonomi

Potensi Kerugian Capai Rp100 Triliun

Menurut laporan yang diterima Presiden, potensi kerugian negara akibat praktik curang semacam ini bisa menyentuh angka Rp100 triliun per tahun. Nilai fantastis itu, kata Prabowo, seharusnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih penting seperti perbaikan sekolah.

“Kita hanya mampu memperbaiki 11 ribu sekolah tahun ini, anggarannya 19 triliun. Kalau saya punya Rp100 triliun tiap tahun. Berarti kita bisa perbaiki 100 ribu sekolah. Kita punya 330 ribu sekolah. Dalam tiga setengah tahun kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia,” kata Presiden.

Presiden Prabowo Ungkap Istilah ‘Serakahnomics’, Kesal Praktik Curang Penggilingan PadiPresiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan permainan curang dalam distribusi pangan, terutama di sektor penggilingan padi. (Dok. Humas Setpres)

Baca juga: Presiden Prabowo Serahkan 90.000 Hektar Lahan untuk Lindungi Gajah, Awalnya Diminta Cuma 10.000 H

Serakahnomics

Dalam pidatonya, Prabowo juga memperkenalkan istilah baru, yakni “serakahnomics.” Sebuah istilah yang ia pakai untuk menggambarkan sistem ekonomi yang terlalu berorientasi pada keuntungan, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap rakyat.

“Ada yang mengatakan ada mazhab ekonomi liberal, neoliberal, klasik, pasar bebas, sosialis, ekonomi komando dan sebagainya. Ini bukan. Ini lain. Ini saya beri nama. Serakahnomics. Ini adalah serakahnomics,” jelas Prabowo.

Butuh Keberanian

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah punya alat untuk melacak manipulasi dalam distribusi pangan. Laboratorium mutu, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan (AI) sudah bisa dimanfaatkan. Tapi yang paling penting, katanya, adalah keberanian untuk menegakkan Pasal 33 UUD 1945.

Presiden juga mengajak semua elemen bangsa, termasuk DPR, MPR, kepala desa, dan masyarakat luas untuk bersatu demi kepentingan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Setpres

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Presiden Prabowo Ungkap Istilah ‘Serakahnomics’, Kesal Praktik Curang Penggilingan Padi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!