INDOZONE.ID - Hari pertama masuk sekolah di SDN Srengaeng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (13/7/2026) kemarin digegerkan dengan adanya akso teror bom. Polisi langsung bergerak melakukan penyisiran hingga mengamankan sosok penebar teror tersebut.
Selasa, 14 Juli 2026, Indozone merangkum secara singkat fakta-fakta dibalik aksi teror bom ini.
Berikut fakta-faktanya:
Aksi teror ini terjadi saat sekolah sedang melaksanakan upacara pagi. Teror dikirim melalui pesan singkat WhatsApp kepada guru dan staf tata usaha.
Pengirim teror menggunakan nomor yang tidak dikenal. Peneror sempat menelepon salah satu guru, namun telepon tidak terangkat.
Baca juga: Geger Isu Bom di Gereja Papua, Ternyata Begini Faktanya
Sekitar satu jam kemudian, pelaku kembali mengirim pesan dengan dalih sedanh memantau sekolah serta meminta pihak sekolah tidak lapor ke polisi. Saat itu, proses upacara tetap berlangsung dengan tujuan agar siswa tidak panik.
Usai upacara, para siswa diperbolehkan pulang. Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan.
Usai mendapati laporan tersebut, Tim Densus 88 AT Polri, Gegana dengan pengerahan K-9 atau anjing pelacak diturunkan. Tim langsung melakukan penyisiran.
Baca juga: FOTO: TPU Srengseng Sawah Dua Mulai Digunakan Sebagai Pemakaman COVID-19
Setelah empat jam lamanya melakukan penyisiran dengan dibantu empar K-9, polisi tidak menemukan adanya bahan peledak. Tidak ditemukan benda mencurigakan di sekolah tersebut.
Polisi juga memberikan kepastian jika sekolah tersebut dalam kondisi aman.
Tak sampai disitu, bergerak cepat, polisi langsung melakukan penyidikan dengan memprofilling pelaku dengan hasil, pelaku berhasil ditangkap beberapa jam kemudian.
Pelaku diketahui berinisial MY (34).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan