Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 20:47 WIB

Siswa SD Bunuh Diri di NTT, KPAI Ungkap Fakta Mengejutkan

Siswa SD Bunuh Diri di NTT, KPAI Ungkap Fakta MengejutkanIlustrasi anak kecil murung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan angka anak mengakhiri hidup di Indonesia, merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, pada Rabu 4 Februari 2026, menyatakan bahwa sejauh 2026 berjalan, ada tiga kasus anak mengakhiri hidup. 

Siswa SD Bunuh Diri di NTT, KPAI Ungkap Fakta MengejutkanKomisioner KPAI, Diyah Puspitarini. (ANTARA/Azmi Samsul M)

Kasus teranyar adalah siswa kelas IV SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) berumur 10 tahun bunuh diri. Ia diduga mengakhiri hidup karena tidak dibelikan buku dan pena seharga Rp10.000.

"Tahun 2023 ada 46 anak mengakhiri hidup, tahun 2024 ada 43 anak mengakhiri hidup, dan di tahun 2025 ada 26 anak mengakhiri hidup. Masuk tahun 2026 ini sudah ada tiga anak (mengakhiri hidup). Ini tidak bisa kita normalisasi, secara garis besar Indonesia berada pada kondisi yang darurat anak mengakhiri hidup," kata Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis (5/2/2026).

Ia menyebut kasus serupa di NTT, terjadi di Kebumen, Jawa Tengah, pada 2023 silam. Kala itu, korban menceburkan diri ke sungai karena tidak diberi jajan.

"Kasus seperti ini juga pernah terjadi tahun 2023 di Kebumen. Hampir mirip, hanya saja anaknya ini meminta uang jajan, tidak ada uang. Kemudian dia (anak) menceburkan diri ke sungai," kata Diyah.

Baca juga: Kronologi Siswa SD di NTT Bunuh Diri: Tinggalkan Surat Perpisahan untuk Mama

Penyebab Anak Bunuh Diri

Diyah pun menjelaskan ada beberapa penyebab anak memutuskan melakukan aksi ekstrem seperti mengakhiri hidup. Menurutnya, penyebab paling besar tindakan ekstrem ini adalah perundungan.

"Data di KPAI menunjukkan bahwa faktor paling besar dari anak mengakhiri hidup itu adalah faktor bullying, kemudian faktor pengasuhan, ekonomi, game online, dan asmara," tuturnya.

Menilik kasus anak mengakhiri hidup dalam beberapa tahun terakhir, Diyah menilai masyarakat harus mulai sadar peduli pada fakta menyedihkan ini.

"Kami berharap masyarakat jangan menganggap remeh karena anak yang mengakhiri hidup, bahkan (kasus mengakhiri hidup anak) SD itu juga ada setiap tahun," jelas Diyah.

Kronologi Siswa SD di NTT Bunuh Diri

Sementara itu, kisah pilu siswa SD di NTT yang membuat publik sedih ini, terjadi pada akhir Januari lalu. 

Kamu harus tahu, korban merupakan satu dari lima bersaudara, anak seorang ibu berinisial MGT (47). 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Siswa SD Bunuh Diri di NTT, KPAI Ungkap Fakta Mengejutkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!