INDOZONE.ID - Guna mengoptimalkan pemulihan aset hasil tindak pidana yang berada di luar negeri, Kejaksaan Agung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemberdayaan SDM Kejaksaan melalui Pembentukan Tim Khusus Kerja Sama Luar Negeri JAGO (Justice Abroad Global Outreach)”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di bertempat di Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung RI dan melalui sarana video conference ini, merupakan bagian dari Proyek Perubahan PKN-2 Angkatan XV LAN-RI Tahun 2025 yang digagas oleh Asisten Umum Jaksa Agung, Muhammad Yusfidli Adhyaksana.
FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM Kejaksaan dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional, khususnya dalam penelusuran (asset tracing) dan pemulihan aset (asset recovery).
Pembentukan Tim JAGO diharapkan dapat menjawab kebutuhan peningkatan kinerja kerjasama lintas negara serta menjadikannya lebih efisien dan efektif.
Kegiatan menghadirkan narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan praktisi, yaitu Prof. Arie Afriansyah (Guru Besar Hukum Internasional UI) dan Budi Santoso (Praktisi Audit Forensik).
Baca juga: Kejagung Serahkan Rp13,25 Triliun Uang Pengganti Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Negara
Turut hadir sebagai panelis para Atase dan Konsul Kejaksaan RI di Singapura, Bangkok, Riyadh, dan Hong Kong yang berbagi pengalaman praktis di lapangan.
“Melalui sinergi dan pemberdayaan SDM yang terfokus, kami yakin Tim JAGO dapat menjadi terobosan strategis untuk mempercepat pemulihan aset negara dan meningkatkan kedaulatan hukum Indonesia di forum internasional,” ujar Sri Kuncoro.
Kepala Biro Kepegawaian yang menyampaikan keynote speech mewakili Jaksa Agung Muda Pembinaan, Dr. Hendro Dewanto,
FGD diikuti oleh perwakilan Jaksa dan ASN dari berbagai unit di lingkungan Kejaksaan Agung serta Kejaksaan Tinggi, dengan total peserta lebih dari 90 (sembilan puluh) orang yang hadir secara luring dan sekitar 500 (lima ratus) orang hadir daring.
Baca juga: Dugaan Korupsi 237 Miliar, KPK dan Kejagung Diminta Adili Gus Yazid
Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini dapat segera diimplementasikan untuk memberdayakan SDM kerjasama luar negeri yang profesional, adaptif, dan berwawasan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release