Minggu, 25 MEI 2025 • 15:32 WIB

Donald Trump Larang Mahasiswa Asing di Harvard, Kampus di Hong Kong Siap Tampung

Author

Mahasiswa di Universitas Harvard.

INDOZONE.ID - Pemerintah Hong Kong mengajak kampus-kampus setempat untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa internasional Harvard yang kini kehilangan peluang kuliah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan larangan bagi kampus tersebut menerima mahasiswa asing.

Kebijakan mendadak ini membuat para mahasiswa internasional Harvard, termasuk yang berasal dari China, berada di tengah ketidakpastian besar.

Dampak kebijakan Trump terhadap mahasiswa asing Harvard sangat signifikan. Mahasiswa yang sudah diterima di Harvard terpaksa mencari kampus baru atau bahkan harus pulang ke negara asal.

Baca Juga: China Kecam AS Usai Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing

Melihat situasi ini, Menteri Pendidikan Hong Kong, Christine Choi Yuk-lin, mendorong universitas-universitas lokal untuk segera ambil tindakan dan membantu para mahasiswa yang terdampak.

Choi menyebutkan bahwa pemerintah sudah menghubungi asosiasi alumni Harvard di Hong Kong untuk memberi dukungan yang diperlukan, serta mengajak universitas-universitas lokal untuk memanfaatkan kuota mahasiswa non-lokal yang sudah diperlonggar.

Dengan demikian, peluang kuliah di Hong Kong bagi mahasiswa asing Harvard kini terbuka lebar.

Beberapa kampus terkemuka di Hong Kong pun langsung merespons. Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong (HKUST) menyatakan siap menampung mahasiswa internasional Harvard yang terdampak larangan Trump.

Mereka menawarkan proses penerimaan yang lebih cepat, kemudahan pengakuan kredit mata kuliah, serta bantuan visa dan tempat tinggal.

Seperti disampaikan Profesor Guo Yike, provost HKUST, “Keberagaman mahasiswa mendorong kemajuan dan kreativitas. Kami ingin menyambut mahasiswa Harvard ke dalam komunitas kami dan memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.”

Tak ketinggalan, Universitas China Hong Kong (CUHK) juga menunjukkan komitmennya. Mereka siap menampung mahasiswa internasional Harvard yang terpaksa mencari alternatif.

Bahkan, CUHK sedang mempertimbangkan untuk menambah subsidi riset bagi akademisi yang pindah dari Amerika Serikat.

City University Hong Kong pun menawarkan kerja sama dengan dosen pembimbing asal Harvard agar para mahasiswa asing Harvard dapat melanjutkan penelitian tanpa gangguan.

Di tengah berbagai upaya ini, peluang kuliah di Hong Kong bagi mahasiswa asing Harvard menjadi semakin nyata.

Samuel Chan Sze-ming, konsultan pendidikan di Britannia StudyLink, mengatakan banyak orang tua yang menghubunginya dengan rasa frustasi.

Anak-anak mereka sudah berjuang keras untuk lolos seleksi Harvard. Sekarang, semua itu seolah lenyap begitu saja. Mereka benar-benar kecewa dan marah,” ungkap Chan.

Ia menyarankan agar para orang tua segera mempertimbangkan kampus-kampus top lainnya, baik di AS maupun Inggris, seperti Oxbridge atau Imperial College London, tetapi kampus Hong Kong juga tak kalah kompetitif.

Sementara itu, Universitas Baptis Hong Kong dan Universitas Politeknik Hong Kong juga menawarkan solusi serupa, yakni mereka siap menerima mahasiswa asing Harvard yang terdampak, dengan dukungan penuh untuk kelanjutan studi dan adaptasi kehidupan di Hong Kong.

Langkah ini sekaligus menegaskan tekad Hong Kong untuk menjadi pusat pendidikan internasional.

Di balik kisruh kebijakan Trump yang memukul mahasiswa internasional Harvard, ada semangat solidaritas dari universitas di Hong Kong.

Baca Juga: Presiden Harvard Claudine Gay Mengundurkan Diri karena Bela Warga Gaza dan Tuduhan Plagiarisme

Mereka bukan hanya membuka pintu, tapi juga memberikan harapan dan jalan keluar bagi para mahasiswa yang sempat putus asa.

Dengan demikian, meski larangan Presiden Trump membuat banyak impian mahasiswa asing Harvard terhenti, kampus-kampus Hong Kong membuktikan bahwa dunia pendidikan selalu punya ruang untuk mereka yang ingin melanjutkan mimpi.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU