Kamis, 27 FEBRUARI 2025 • 09:09 WIB

Pemerintah Korea Tersenyum! Angka Kelahiran Meningkat untuk Pertama Kalinya dalam 9 Tahun

Author

Seorang anak perempuan merawat adik bayi mereka sebelum berangkat ke sekolah, di rumah mereka di Seoul, Korea Selatan, pada 19 Desember 2018. (Foto file: REUTERS/Kim Hong-ji)

INDOZONE.ID - Pemerinta Korea Selatan dapat tersenyum. Bagaimaan tidak,angka kelahiran tercatat meningkat pada 2024.

Makin menggembirakannya, ini merupakan peningkatan angka kelahiran pertama dalam sembilan tahun terakhir!

Statistik Korea melaporkan, bahwa tingkat kelahiran Korea Selatan mulai meningkat, dengan angka fertilitas mencapai 0,75.

Hal ini menunjukkan perubahan tren setelah sebelumnya mengalami penurunan selama delapan tahun berturut-turut.

Baca Juga: Angka Kelahiran Terus Merosot, Jepang Alami Krisis Populasi Terparah Dalam 90 Tahun Terakhir

Peningkatan angka kelahiran ini didorong oleh lonjakan signifikan dalam angka pernikahan.

Usai pandemi, angka pernikahan meningkat hingga 14,9 persen pada 2024, mencatat pertumbuhan tertinggi sejak 1970.

Ini menunjukkan, bahwa perubahan nilai sosial di kalangan generasi muda turut memengaruhi tren pernikahan dan keputusan untuk memiliki anak.

Di Korea Selatan, terdapat korelasi tinggi antara pernikahan dan kelahiran, dengan jarak waktu sekitar satu hingga dua tahun.

Baca Juga: Angka Kelahiran Turun Drastis, Pemerintah China Kini Izinkan Pasutri Punya 3 Anak

Pemerintah pun terus mendorong kebijakan pro kelahiran untuk mengatasi krisis populasi yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Insentif keuangan diberikan untuk keluarga muda, agar mereka lebih terdorong untuk memiliki anak.

Meskipun ada peningkatan angka kelahiran, populasi Korea Selatan terus menyusut secara alami.

Statistik Korea mencatatkan, bahwa jumlah kematian masih lebih tinggi ketimbang kelahiran baru, dengan selisih sekitar 120.000 orang.

Bahkan, Seoul mencatat angka kelahiran terendah di negara itu, hanya mencapai 0,58.

Krisis populasi berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan sosial. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), mencatat Korea Selatan sebagai negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia sejak 2018.

Pemerintah berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai kebijakan, termasuk membentuk kementerian baru yang fokus pada isu demografi.

Dengan peningkatan pernikahan dan kebijakan yang mendukung keluarga, ada harapan bahwa tren ini akan terus berlanjut.

Namun, tantangan besar masih ada, terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat tentang pernikahan dan memiliki anak.

Demografi menjadi tantangan besar negara yang harus segera diatasi agar keseimbangan populasi tetap terjaga.

Jika langkah-langkah ini berhasil, pertumbuhan penduduk di Korea Selatan bisa kembali stabil dalam beberapa dekade mendatang.

Namun, tanpa kebijakan yang lebih efektif, angka kelahiran yang rendah dapat makin memperburuk dampak ekonomi dan sosial bagi negara ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU