Paslon Diduga Dibantu Rusia, Puluhan Ribu Warga Rumania Demo Desak Pilpres Tetap Digelar
INDOZONE.ID - Puluhan ribu warga Rumania yang tidak setuju dengan pembatalan pemilihan presiden melakukan aksi demonstrasi di Bucharest pada Minggu (12/01/2025), menuntut agar pemungutan suara dilanjutkan.
Para pengunjuk rasa juga menuntut agar Presiden Klaus Iohannis yang berhaluan tengah yang akan lengser mengundurkan diri.
Sebelumnya, pengadilan tinggi Rumania membatalkan pemilihan presiden pada 6 Desember, dua hari sebelum putaran kedua. Hal ini memecah opini di masyarakat Rumania.
Pembatalan itu terjadi setelah dokumen negara menunjukkan calon terpopuler Calin Georgescu yang juga seorang kritikus NATO, mendapat keuntungan dari kampanye media sosial yang kemungkinan diatur oleh Rusia. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Moskow.
Pengadilan memerintahkan agar pemilihan umum diulang sepenuhnya. Pemerintah koalisi pro-Eropa belum menyetujui kalender pemilihan umum, meskipun para pemimpin partai setuju untuk mengadakan dua putaran pada tanggal 4 Mei dan 18 Mei.
Baca Juga: Rusia Lancarkan Serangan ke Zaporizhzhia, 13 Warga Ukraina Jadi Korban Tewas
Iohannis, yang masa jabatannya berakhir pada 21 Desember akan tetap menjabat hingga penggantinya terpilih.
Pluhan ribu pengunjuk rasa, termasuk kaum sayap kiri dan para pemilih yang marah dengan cara pemilu dibatalkan, bergabung dalam protes yang diorganisir oleh oposisi sayap kanan Aliansi untuk Menyatukan Rakyat Rumania (AUR), partai terbesar kedua di Rumania.
"Kami meminta demokrasi dikembalikan dengan melanjutkan pemilihan umum putaran kedua," kata pemimpin AUR George Simion kepada wartawan.
Penyelenggara mengatakan 100.000 orang hadir dalam protes tersebut, tetapi polisi anti huru-hara di sepanjang pawai memperkirakan jumlahnya sekitar 20.000 orang.
Baca Juga: Kanselir Jerman Tuding Perang Rusia-Ukraina Penyebab Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines
Para pengunjuk rasa melambaikan bendera dan meneriakkan Freedom dan "Bring back the second round."
"Hak kami untuk memilih telah dilanggar," kata Bogdan Danila, salah satu pengunjuk rasa.
"Iohannis berkuasa selama sepuluh tahun dan tidak melakukan apa pun untuk rakyat. Sementara itu partai-partai mengkhianati kami, mereka semua korup. Kami menginginkan yang lain," lanjutnya.
Beberapa pengunjuk rasa membawa potret Georgescu atau ikon Kristen Ortodoks sementara pedagang kaki lima menjual bendera dan vuvuzela.
"Pihak berwenang harus menjelaskan mengapa mereka membatalkan pemilu. Tunjukkan buktinya kepada kami," kata salah satu pengunjuk yang menolak menyebutkan namanya.
"Kalau terus begini, kita tidak akan memilih lagi. Mereka akan memaksakan pemimpin seperti dulu," kata dia lagi.
Masih belum jelas apakah Georgescu, yang menentang dukungan Rumania terhadap Ukraina melawan invasi Rusia, akan diizinkan mencalonkan diri sebagai presiden lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters