Senin, 13 JANUARI 2025 • 09:44 WIB

4 Fakta Seoul Konfirmasi Ukraina Tangkap 2 Tentara Diduga dari Korea Utara

Author

Sebuah foto yang diperoleh dari akun Telegram V_Zelenskiy_official menunjukkan seorang pria yang diduga tentara Korea Utara ditahan oleh pihak berwenang Ukraina di sebuah lokasi yang dirahasiakan.

INDOZONE.ID - Kyiv (Ibu Kota Ukraina), Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan (Korsel), menuduh Korea Utara (Korut) telah membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Ukraina menyatakan telah menangkap dua tentara yang diduga dari Korut di Kursk, Rusia, Kamis 9 Januari 2025. Mereka diketahui dalam keadaan terluka.

Anak muda dan anggota lembaga berpartisipasi dalam pendaftaran militer Korea Utara

Nah, pernyataan Ukraina itu didukung Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), pada Minggu 12 Januari 2025. 

INDOZONE akan membeberkan beberapa fakta terkait kabar penangkapan dua tentara yang diduga dari Korut ini, kepada kamu.

4 Fakta Seoul Konfirmasi Ukraina Tangkap 2 Tentara Diduga dari Korea Utara

1. NIS Konfirmasi Ukraina Tangkap 2 Tentara Diduga dari Korea Utara

Menurut pernyataan resmi NIS, militer Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara pada 9 Januari 2025 di medan perang Kursk.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Ukraina (SBU) merilis video yang menunjukkan kedua tentara itu berada di ranjang rumah sakit.

Salah satu dari mereka terlihat dengan tangan terbalut dan lainnya memiliki rahang yang diperban.

Dokter di pusat penahanan mengungkapkan, bahwa salah satu tentara juga mengalami patah kaki.

Selama interogasi, tentara tersebut mengaku awalnya percaya bahwa mereka dikirim ke Rusia untuk pelatihan militer. Lalu, mereka akhirnya menyadari, bahwa dikerahkan untuk bertempur.

Namun, Kyiv belum memberikan bukti langsung, bahwa kedua tentara itu adalah warga Korea Utara.

Sementara itu, AFP tidak dapat secara independen memverifikasi identitas mereka.

Baca Juga: Ukraina Klaim Telah Melukai Puluhan Tentara Korea Utara di Wilayah Rusia

2. Pengakuan dari Korea Selatan

Konfirmasi dari Korea Selatan memperkuat klaim Ukraina. NIS menyebutkan, bahwa salah satu tentara yang ditangkap mengungkapkan  menerima pelatihan militer dari pasukan Rusia setelah tiba pada November, selama interogasi.

Kim Jong-Un menghampiri tempat pelatihan tentara Korea Utara

Ia juga menambahkan, bahwa pasukan Korea Utara mengalami kerugian besar di medan perang.

Menurut laporan NIS, salah satu tentara tersebut bahkan tidak mendapatkan makanan atau air selama empat hingga lima hari sebelum ditangkap.

NIS berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan SBU dalam berbagi informasi terkait kehadiran tentara Korea Utara di Ukraina.

Baca Juga: Korsel Desak Penarikan Segera Pasukan Korea Utara dari Rusia

3. Hubungan Rusia dan Korea Utara

Rusia dan Korea Utara belum memberikan tanggapan atas laporan intelijen tersebut. Di sisi lain, hubungan antara Pyongyang dan Moskow makin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Menurut laporan, Korea Utara telah menerima peralatan militer dan pelatihan dari Rusia.

Bahkan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, menyatakan bahwa Rusia mungkin akan berbagi teknologi luar angkasa dan satelit canggih dengan Pyongyang.

Itu diduga merupakan bentuk imbalan atas kontribusi tentara Korea Utara dalam perang.

Blinken juga memperingatkan, bahwa Rusia mungkin segera mengakui status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir.

4. Korban Jiwa dan Rencana Penempatan Baru

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya melaporkan, bahwa hampir 3.000 tentara Korea Utara telah tewas atau terluka selama bertempur untuk Rusia.

Sementara itu, Korea Selatan memperkirakan jumlah korban mencapai 1.000 orang. Menurut informasi dari NIS, beberapa tentara yang diduga dari Korea Utara, tewas karena serangan misil, serangan drone Ukraina, serta kecelakaan selama pelatihan.

Beberapa korban bahkan memiliki pangkat tinggi, setidaknya setara dengan jenderal. Dengan meningkatnya jumlah korban, Korea Utara dilaporkan sedang mempersiapkan rotasi atau pengiriman tambahan tentara ke Ukraina untuk membantu Rusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU