Jumat, 19 JULI 2024 • 12:54 WIB

Jadi Cawapres Donald Trump, Pidato Perdana JD Vance Kritik Pedas Joe Biden

Author

Donald Trump tatap JD Vance yang berpidato.

INDOZONE.ID - Senator Ohio, JD Vance, menerima pencalonannya sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Donald Trump. Dalam pidato perdananya sebagai cawapres, Vance mengkritik beberapa kebijakan Joe Biden, pesaing Trump di Pemilu Presiden Amerika Serikat 2024.

Vance menerima pencalonannya dalam Konvensi Nasional Partai Republik, Rabu 17 Juli 2024, waktu setempat. Dalam kesempatan itu, dia pun berpidato.

JD Vance berpidato.

Pidato Vance dibuka dengan penerimaannya dicalonkan sebagai cawapres Trump. Mantan pengkritik keras Trump itu, bersyukur mendapatkan kepercayaan menjadi cawapres.

Baca Juga: Profil dan Biodata JD Vance: Dulu Musuh, Kini Jadi Calon Wakil Presiden Pilihan Donald Trump

"Jadi malam ini, saya berdiri di sini dengan rendah hati, dan saya diliputi rasa syukur, untuk mengatakan, Saya secara resmi menerima pencalonan menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat," kata Vance, dikutip dari India Today, Jumat (19/7/2024).

Selanjutnya, dia memuji sepak terjang Trump di dunia politik. Menurutnya, Amerika membutuhkan Trump.

"Selama delapan tahun terakhir, Trump telah memberikan segalanya untuk berjuang demi rakyat negara kita. Dia tidak membutuhkan politik, namun negara membutuhkannya," ujarnya.

Baca Juga: Pidato Pertama Joe Biden Setelah Insiden Penembakan Donald Trump

Puji Donald Trump dengan Kritik Joe Biden

Presiden Amaerika Serikat Joe Biden.

Saat memuji Trump, Vance tidak lupa membandingkannya dengan Biden. Kritik pedas pun dilontarkan Vance untuk beberapa kebijakan Biden yang dinilainya merugikan Amerika.

Beberapa kebijakan Biden yang dikritik Vance, sebut saja Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), kesepakatan dagang dengan China, invasi ke Irak, dan lainnya. 

“Entah bagaimana, seorang pengembang real estate dari New York bernama Donald Trump benar dalam semua masalah ini, sedangkan Joe Biden salah. Donald Trump tahu, bahkan saat itu, bahwa kita membutuhkan pemimpin yang akan mengutamakan Amerika,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: India Today

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU