INDOZONE.ID - Ketika Israel mulai menyerang di pinggiran Rafah pada hari Selasa (7/5), warga Palestina mulai berpindah meninggalkan Rafah demi keamanan dan keselamatan bersama.
Sebelumnya Israel telah mengancam akan melakukan serangan besar-besaran di Rafah untuk mengalahkan ribuan pejuang Hamas yang menurut mereka mereka bersembunyi disana. Serangan Israel di Rafah menyebabkan bangunan-bangunan hancur dan memakan korban jiwa.
Baca Juga: Israel Gerebek Kantor Al Jazeera di Yerusalem, Pembatasan Media Bikin Kesal Dunia
PBB pun memberi peringatan kepada Israel, karena di Rafah lebih dari satu juta orang berlindung di kota tersebut.
Pada hari selasa (7/5), pasukan Israel merebut perbatasan utama antara Gaza dan Mesir di Rafah, memutus jalur penting bagi bantuan ke daerah tersebut, dimana malnutrisi tersebar luas.
Dilansir dari Reuters, dikabar 30 ribu warga telah meninggalkan Rafah sejak Senin, yang dipandang sebagai tempat perlindungan terakhir warga Palestina yang telah berkali-kali mengungsi akibat serangan udara dan darat Israel yang menghancurkan Gaza.
Orang-orang di Jneina, Al-Shawka, Al-Salam dan lingkungan lainnya diperintahkan oleh tentara Israel untuk pergi untuk mengantisipasi serangan.
Baca Juga: Serangan Israel di Rafah Tuai Kecaman, Tempat Perlindungan Terakhir Warga Gaza Dibombardir
Banyak warga Rafah mengatakan bahwa mereka menerima peringatan melalui telepon mereka, dan pesawat menjatuhkan selebaran.
Israel mulai bergerak untuk mengambil kendali penyeberangan, belum memasuki kawasan padat kota dan baku tembak masih terjadi di luar batas kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com