INDOZONE.ID - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyebut pihaknya tidak setuju atas keputusan Israel yang menolak tawaran dua negara di wilah Gaza.
Guterres mengungkap hal tersebut dalam rapat bersama dewan keamanan PBB pada Senin (22/1/2024) terkait permasalahan bantuan di Gaza.
"Penolakan yang jelas dan berulang pekan lalu terhadap solusi dua negara di tingkat tertinggi pemerintah Israel tidak dapat diterima," kata Guterres yang dikutip dari The Guardian pada Kamis (25/1/2024).
Dalam rapat yang digelar di New York ini, Guterres juga mengatakan pihak Israel hanya akan memperluas aksi ektremisme serta memperpanjang konflik tanpa batas waktu.
"Penolakan ini dan penolakan hak untuk menjadi negara bagi rakyat Palestina, tanpa batas waktu akan memperpanjang konflik yang telah menjadi ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global," lanjutnya.
Baca Juga: Israel Tawarkan Gencatan Senjata Bersyarat, Hamas Tegas Menolak
Guterres menegaskan bahwa solusi ini merupakan satu-satunya solusi yang bisa dilakukan untuk meredam kekerasan yang terjadi di Gaza.
"Seluruh penduduk Gaza sedang mengalami kehancuran yang belum pernah terjadi dalam sejarah, tidak ada yang bisa membenarkan hukuman kolektif rakyat Gaza," sambung Guterres.
Guterres pun menyinggung kondisi Palestina di tengah konflik dengan Israel. Dirinya mengungkap sekitar setengah juta orang di Gaza mengalami bencana kelaparan.
Mirisnya lagi, 85 persen pengungsi harus dihadapkan dengan situasi kesehatan yang buruk.
Fasilitas kesehatan juga hancur akibat serangan, bahkan beberapa wilayah Palestina di luar zona perang juga dihantui kondisi penyakit berbahaya seperti kolera, disentri, dan hepatitis.
Baca Juga: 100 Hari, Konflik Gaza PBB Desak Genjatan Senjata Segera Mungkin di Gaza Untuk Alasan Kemanusiaan
"Tidak ada operasi bantuan kemanusiaan yang efektif yang dapat berfungsi dalam kondisi yang telah dipaksakan pada warga Palestina di Gaza dan mereka yang melakukan segala kemungkinan untuk membantu mereka," kata Guterres.
Dalam pidatonya, Guterres mengimbau agar kedua pihak bertikai melakukan gencatan senjata dan membebaskan para sandera.
Guterres juga meminta untuk menurunkan ketegangan di Timur Tengah seperti di Lebanon, Yaman, Suriah, dan Irak, sebagai dampak dari perluasan konflik di Gaza.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian