Senin, 08 JANUARI 2024 • 08:09 WIB

Kamp Pengungsi Rohingya Terbakar, 7.000 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Author

Pengungsi Rohingya berupaya membangun kembali tempat penampungan darurat mereka setelah kebakaran terjadi di sebuah kamp di Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu (7/1/ 2024)

INDOZONE.ID - Kebakaran melanda kamp pengungsi Rohingya di tenggara Bangladesh pada Minggu (7/1/2024) dini hari. Peristiwa tersebut membuat sekitar 800 tempat penampungan hancur.

Petugas pemadam kebakaran dan relawan Rohingya berhasil mengendalikan api sekitar tiga jam setelah api melanda Kamp 5 di Cox's Bazar, sebuah distrik perbatasan dengan Myanmar, sesaat sebelum pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

Komisaris Bantuan dan Repatriasi Pengungsi Bangladesh di Cox's Bazar, Mohammed Mizanut Rahman, mengatakan selain rumah, beberapa fasilitas lain seperti pusat pembelajaran juga hancur.

Baca Juga: Ditolak Negara-Negara di Asia Tenggara, AS Bakal Jadikan Rohingya Prioritas di 2024

"Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut," jelasnya.

UNHCR, badan pengungsi PBB, mengatakan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan banyak kerusakan, diantaranya 120 fasilitas, termasuk masjid dan pusat kesehatan serta 7.000 orang pengungsi kehilangan tempat tinggal.

Sampai saat ini penyebab kebakaran belum diketahui. Namun otoritas pemerintah berjanji akan melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut.

Hampir satu juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar pada tahun 2017 tinggal di kamp-kamp Cox's Bazar di Bangladesh.

Baca Juga: Mahasiswa Aceh Serbu Tempat Penampungan, Desak Pengungsi Rohingya Dideportasi

Mohammad Shamsud Douza selaku wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang menangani pengungsi mengatakan bahwa pihaknya telah membuat semua pengaturan.

Para pengungsi yang menjadi korban kebakaran sudah diberi makanan dan tempat penampungan sementara.

Ini bukan pertama kalinya kebakaran terjadi. Peristiwa tersebut sering terjadi di kamp-kamp yang penuh sesak dengan bangunan-bangunan darurat.

Kebakaran besar pada bulan Maret 2021 dan memakan korban jiwa 15 pengungsi serta menghancurkan lebih dari 10.000 rumah.

Kebakaran tahun lalu juga menghancurkan hampir 2.800 tempat penampungan dan lebih dari 90 fasilitas termasuk rumah sakit serta pusat pembelajaran hancur dalam kebakaran.

Sekitar 12.000 orang kehilangan tempat tinggal. Panel investigasi yang dibentuk oleh panel tersebut menyebutnya sebagai tindakan sabotase yang direncanakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU