Selasa, 31 OKTOBER 2023 • 22:35 WIB

Israel Incar Terowongan ‘Berhantu’ yang Menjadi Markas Hamas

Author

Invasi deret Israel melawan Hamas di Jalur Gaza tampaknya semakin dekat titik terowongan buatan Hamas di bawah Gaza.

INDOZONE.ID - Invasi deret Israel melawan Hamas di Jalur Gaza tampaknya semakin dekat titik terowongan buatan Hamas di bawah Gaza pun menjadi perhatian utama karena di sanalah, banyak pejuang Hamas bermarkas.

Jet tempur Israel, menurut laporan media setempat, telah membombardir sekitar 150 terowongan Hamas. Permukaan tanah bergetar di Gaza.

“Kami menyerang baik di atas maupun di bawah tanah,” cetus Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.

Salah satu pemimpin Hamas di Gaza, Yihyah Sinwar, mengklaim di tahun 2021 bahwa terowongan di Gaza panjangnya 500 km. Saat itu Israel mengklaim telah menghancurkan 100 km terowongan Hamas.

Baca Juga: Usai Bebas dari Penjara, Munarman Langsung Bicara Soal Perjuangannya Palestina

“Mereka mengatakan merusak 100 kilometer terowongan Hamas. Saya katakan pada kalian, terowongan yang kami miliki di Jalur Gaza lebih dari 500 kilometer. Bahkan jika narasi mereka benar, mereka hanya merusak 20% terowongan itu,” katanya.

Israel mengebom dari udara dan menggunakan bahan peledak di darat untuk menghancurkan terowongan di masa lalu. Namun untuk sepenuhnya mengusir Hamas, diperlukan pembersihan langsung, dimana Hamas dapat muncul di belakang pasukan Israel yang bergerak maju.

Invasi deret Israel melawan Hamas di Jalur Gaza tampaknya semakin dekat titik terowongan buatan Hamas di bawah Gaza.

Israel mengakui kengeriannya dalam melawan kelompok pejuang Hamas di Gaza, Palestina. Pasalnya, kelompok berhaluan Islam itu berbasis di terowongan-terowongan di bawah tanah, yang membuatnya sulit terlacak.

Menghancurkan terowongan-terowongan tersebut akan sangat penting jika Tel Aviv berupaya membubarkan Hamas, seperti yang telah mereka janjikan setelah kelompok itu menyerang Israel pada 7 Oktober lalu. Namun pertempuran di bawah tanah dapat menghilangkan beberapa keunggulan teknologi militer Israel.

Baca Juga: Usai Bebas dari Penjara, Munarman Langsung Bicara Soal Perjuangannya Palestina

Selama perang tahun 2014, Hamas membunuh setidaknya 11 tentara Israel setelah menyusup ke Israel melalui terowongan. Dalam insiden lain seorang Perwira Israel Letnan Hadar Goldin diseret ke dalam terowongan di Gaza dan dibunuh.

Ariel Burnstein, mantan tentara Israel yang bertempur dalam perang tersebut, menggambarkan pertempuran perkotaan di Gaza sebagai gabungan antara penyergapan, jebakan, tempat persembunyian, dan penembak jitu.

Dia mengingat terowongan tersebut memiliki efek membingungkan. Menciptakan titik buta ketika orang-orang bersenjata Hamas dapat muncul entah dari mana untuk menyerang.

“Rasanya seperti saya sedang melawan hantu anda tidak melihatnya,” katanya seperti dikutip dari Times Of Israel, Senin (30/10/2023).

Membersihkan dan meruntuhkan terowongan-terowongan tersebut sangat penting jika Israel ingin menang titik namun pertempuran di daerah perkotaan padat penduduk dan bawah tanah dapat menghilangkan beberapa keunggulan teknologi militer Israel sekaligus memberikan keunggulan bagi Hamas baik di atas maupun di bawah.

Sebagai perbandingan, pasukan Amerika dalam Perang Vietnam kesusahan membersihkan jaringan sepanjang 120 km yang dikenal sebagai terowongan Cu Chi, dimana tentara Amerika menghadapi tikungan tajam, jebakan, dan terkadang kondisi gulita di pinggiran kota yang saat itu bernama Saigon.

Bahkan pemboman B-52 tiada henti tak sepenuhnya bisa menghancurkan terowongan tersebut. Potensi pertempuran yang dihadapi tentara Israel akan bersifat klaustrofobik dan menakutkan.

Daphné Richemond-Barak, Profesor di Universitas Reichman Israel yang menulis buku tentang perang bawah tanah, memperingatkan banyak keunggulan teknologi militer Israel akan runtuh dan akan memberikan keunggulan bagi para militan Hamas.

Baca Juga: Penuhi Panggilan Polisi Soal Pemerasan, SYL Pakai Rompi Tahanan!

“Saat Anda memasukinya, terowongan sangat sempit, gelap, dan lembab. Anda juga akan dengan cepat kehilangan kesadaran akan ruang dan waktu. Anda memiliki ketakutan akan hal tak diketahui, siapa yang akan datang? Apakah ini akan menjadi penyergapan? Tidak ada yang bisa datang dan menyelamatkan Anda. Anda hampir tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar dengan unit anda,” kata Richemond-Barak.

Medan perang semacam itu juga dapat memaksa militer Israel terlibat terlibat baku tembak yang dapat mengakibatkan para sandera terbunuh secara tidak sengaja. Belum lagi perangkat bahan peledak yang juga bisa mengancam, mengubur hidup-hidup baik tentara maupun sandera.

Selain lanskap yang sulit, Israel juga menghadapi tantangan dalam membentuk operasi militer melawan Hamas. Kelompok bersenjata tersebut diketahui menyandera sekitar 230 warga Israel yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober.

Salah satu sandera yang dibebaskan pada Senin, Yocheved Lifshitz, membenarkan kecurigaan bahwa para Hamas telah menyandera di terowongan. Liftshitz menggambarkan Hamas yang membawanya ke dalam sistem terowongan yang menurutnya “tampak seperti jaring laba-laba”.

Baca Juga: Terkuak! Puluhan Teroris Jaringan JAD yang Ditangkap Densus 88 Berniat Gagalkan Tahapan Pemilu 2024

“Mengingat perencanaan metode yang terlibat dalam serangan di Israel Selatan pada tanggal 7 Oktober, tampaknya Hamas akan menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan tahap berikutnya, melakukan persiapan ekstensif di medan perang di Gaza,” tulis lembaga riset Soufan Center dalam sebuah pernyataan.

“Penggunaan sandera sebagai perisai manusia akan menambah kerumitan dalam pertarungan,” katanya lagi.

Israel mengatakan akan menyerang bagian-bagian dari “labirin terowongan rahasia” yang dibangun di bawah Jalur Gaza oleh Hamas, seiring mereka terus melancarkan serangan balasan atas serangan lintas-perbatasan kelompok milisi Islam Palestina tersebut pada hari Sabtu, 7 Oktober lalu.

“Bayangkan Jalur Gaza itu satu lapisan untuk warga sipil dan kemudian satu lapisan lagi untuk Hamas. Kami mencoba untuk sampai ke lapisan kedua yang telah dibangun Hamas,” kata seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah video, pada hari Kamis (12/10/2023).

“Ini bukan bunker untuk warga sipil Gaza. Ini hanya untuk Hamas dan teroris lainnya sehingga mereka dapat terus menembakkan roket ke Israel untuk merencanakan operasi, untuk meluncurkan teroris ke Israel,” klaim mereka.

Sangat sulit untuk menentukan ukuran jejaring terowongan tersebut, yang dijuluki “Gaza Metro” karena diyakini membentang di bawah wilayah yang panjangnya hanya 41 kilometer dan lebarnya 10 kilometer.

Menyusul konflik pada tahun 2021, IDF mengatakan telah menghancurkan lebih dari 100 kilometer terowongan dalam serangan udara. Sementara itu Hamas mengklaim bahwa terowongannya membentang sepanjang 500 kilometer dan hanya 5% yang terkena serangan.

Baca Juga: 3 Fakta Tentang Ganjar, Prabowo, dan Anies Makan Siang Bareng Presiden Jokowi di Istana, Apa Saja Ya?

Untuk menempatkan angka-angka itu ke dalam perspektif, panjang saluran kereta api London Underground 400 kilometer dan sebagian besarnya berada di atas tanah.

Pembangunan terowongan dimulai di Gaza sebelum Israel menarik pasukan dan pemukimnya pada tahun 2005. Namun Hamas menggenjot pembangunan setelah mereka menguasai Jalur Gaza dua tahun kemudiam, yang kemudian mendorong Israel dan Mesir untuk mulai membatasi pergerakan barang dan orang keluar-masuk demi alasan keamanan.

Invasi deret Israel melawan Hamas di Jalur Gaza tampaknya semakin dekat titik terowongan buatan Hamas di bawah Gaza.

Pada puncaknya, hampir 2.500 terowongan yang berada di bawah perbatasan Mesir digunakan untuk menyelundupkan barang-barang komersial, bahan bakar, dan senjata oleh Hamas serta kelompok militan lainnya. Penyelundupan menjadi kurang penting bagi Gaza setelah tahun 2010 ketika Israel mulai mengizinkan lebih banyak barang diimpor melalui perlintasannya.

Mesir kemudian menghentikan penyelundupan dengan membanjiri atau menghancurkan terowongan. Hamas dan faksi lainnya juga Mulai menggali terowongan untuk menyerang pasukan Israel.

Baca Juga: SYL Diperiksa Polisi Lagi Hari Ini Soal Pemerasan Oleh Pimpinan KPK

Pada tahun 2006, Hamas menggunakan satu terowongan yang berada di bawah perbatasan dengan Israel untuk membunuh dua tentara Israel dan menangkap tentara ketiga, Gilad Shalit, yang mereka sandera selama 5 tahun.

Pada tahun 2013, IDF menemukan terowongan sepanjang 1,6 kilometer dan kedalaman 18 meter yang dilapisi dengan atap dan dinding beton yang mengarah dari Jalur Gaza ke sepetak lahan di dekat sebuah kibbutz (permukiman) Israel setelah penduduk mendengar suara-suara aneh.

Tahun berikutnya, Israel menyebutkan perlunya memberantas ancaman serangan milisi yang menggunakan “terowongan teror” di bawah perbatasan untuk serangan besar-besaran baik udara maupun udara di Gaza. IDF mengatakan pasukannya menghancurkan lebih dari 30 terowongan selama perang.

Namun, sekelompok milisi juga dapat menggunakan salah satu terowongan untuk melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya empat tentara Israel.

“Terowongan lintas batas ini cenderung sederhana, artinya hampir tidak ada fortifikasi. Terowongan ini digali untuk satu tujuan saja, yaitu untuk menyerang wilayah Israel,” kata dokter dr. Daphné Richemond-Barak, pakar perang bawah tanah yang mengajar di Universitas Reichman di Israel.

“Terowongan di dalam Gaza berbeda karena Hamas menggunakannya secara rutin. Terowongan ini mungkin lebih nyaman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Terowongan tersebut pastinya dilengkapi dengan fasilitas untuk menunjang kehadiran yang lebih lama dan berkelanjutan."

“Para pemimpin bersembunyi di sana mereka memiliki pusat komando dan kendali, mereka menggunakannya untuk transportasi dan jalur komunikasi. Mereka dilengkapi dengan listrik, penerangan dan rel. Anda dapat lebih banyak bergerak dan berdiri," imbuhnya.

Dia juga berkata Hamas tampaknya telah “menyempurnakan seni” pembangunan dan peperangan terowongan dalam beberapa tahun terakhir, setelah belajar banyak dengan mengamati taktik pejuang pemberontak Suriah di Aleppo dan militan jihadis dari kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS) di Mosul.

Terowongan di dalam Gaza diyakini berada hingga 30 m di bawah permukaan tanah dan memiliki pintu masuk yang terletak di lantai rumah, masjid, sekolah, dan bangunan umum lainnya untuk memungkinkan militan menghindari deteksi.

Invasi deret Israel melawan Hamas di Jalur Gaza tampaknya semakin dekat titik terowongan buatan Hamas di bawah Gaza.

Membangun jaringan terowongan juga harus dibayar oleh penduduk setempat. IDF telah menuduh Hamas mengalihkan jutaan dolar yang diberikan ke Gaza sebagai bantuan untuk membayar terowongan serta puluhan to semen yang seharusnya digunakan untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur dalam perang sebelumnya.

Ada kemungkinan bahwa terowongan lintas batas digunakan oleh militan Hamas dalam serangan akhir pekan lalu di Israel, yang menewaskan sedikitnya 1.300 orang dengan sebagian besar warga sipil, dan lebih dari 150 lainnya di sandera.

Ada laporan bahwa pintu keluar terowongan ditemukan di dekat kibbutsz Kfar Aza, tempat puluhan warga sipil di bantai. Jika itu terkonfirmasi, berarti terowongan tersebut dibangun di bawah penghalang beton di bawah tanah yang dilengkapi dengan sensor pendeteksi anti-terowongan canggih, yang baru selesai dipasang oleh Israel pada akhir tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Medan, AKBP Achruddin Divonis Bebas dan Langsung Sujud Syukur

Dr. Richemond-Barak mengatakan, ini akan mengejutkan, namun dia menekankan bahwa tidak ada sistem deteksi terowongan yang sempurna. “Inilah sebabnya terowongan telah digunakan sejak dahulu kala dalam perang, karena tidak ada cara untuk mencegahnya.”

Dia juga memperingatkan bahwa tidak realistis bagu pemerintah Israel dan masyarakat umum untuk percaya bahwa IDF dapat menghancurkan seluruh jaringan terowongan Hamas di Gaza, sementara ratusan ribu tentara sedang berkumpul di dekatnya untuk bersiap melakukan operasi darat.

“Akan ada bagian dari jaringan dimana warga sipil, apapun alasannya, tidak akan mengungsi. Beberapa bagian dari jaringan bawah tanah tidak diketahui. Bagi beberapa diantaranya, dampak kerusakan akan terlalu tinggi.”

“Menghancurkan terowongan juga akan mengakibatkan banyak korban jiwa, baik antara pasukan Israel di lapangan, warga sipil Palestina, maupun para sandera,” dia memperingatkan.

Baca Juga: SYL Diperiksa Polisi Lagi Hari Ini Soal Pemerasan Oleh Pimpinan KPK

Lebih dari 1.500 warga Palestina di Gaza, banyak dari mereka adalah warga sipil, telah tewas dalam serangan udara balasan Israel sejak Sabtu.

“Hamas sangat pandai menggunakan persai manusia. Begitu serangan sudah dekat dan mereka mengetahuinya, mereka akan menempatkan warga sipil yang tidak bersalah diatas gedung. Ini telah memaksa Israel untuk membatalkan serangan berkali-kali.” Kata Dr. Richemond-Barak.

“Setelah menguasai teknik ini, Hamas dapat dengan mudah menggunakannya dalam konteks terowongan dan dengan mudahnya menyandera orang Israel, Amerika, dan lainnya di dalamnya.”

Selama konflik tahun 2021, serangkaian serangan udara Dahsyat di Kota Gaza menyebabkan tiga bangunan tempat tinggal runtuh dan menewaskan 42 orang. IDF mengatakan pihaknya menyasat terowongan bawah tanah, namun ketika terowongan tersebut runtuh komandasi bangunan juga ikut runtuh.

“Jaringan terowongan juga akan membuat keunggulan yang dimiliki idf dalam hal teknologi dan intelijen. Jadi percuma memperbesar kesulitan perang di perkotaan, serta menimbulkan ancaman mematikan bagi pasukan Israel,” menurut Dr Richemond-Barak.

“Pertama-tama Hamas punya banyak waktu untuk memasang jebakan pada seluruh jaringan,” katanya.

“Mereka bisa saja membiarkan tentara masuk ke dalam jaringan terowongan dan akhirnya meledakkan semuanya. Mereka bisa menculik tentara dalam serangan mendadak dan kemudian Anda menghadapi resiko lainnya. Kehabisan oksigen melawan musuh dalam pertarungan satu lawan satu dan menyelamatkan tentara yang terluka menjadi hal yang hampir mustahil."

“Bahaya bahkan kalau anda tidak masuk ke dalam terowongan, mengamankan area yang anda curigai mungkin ada terowongan sangat berbeda dengan mengamankan area pada umumnya. D sini, anda harus mengamankan sesuatu yang tidak terlihat,” tambahnya.

Namun, pasukan Israel punya beberapa cara untuk mengurangi resiko tersebut. Menurut Colin Clarke, Direktur Penelitian di konsultan keamanan Soufan Group, ini dapat termasuk mengirimkan drone dan kendaraan tak berawak ke dalam terowongan untuk memetakannya dan mengidentifikasi jebakan-jebakan sebelum tentara membersihkannya.

Pesawat tempur juga bisa menjatuhkan bom penghancur bunker yang menembus jauh ke dalam tanah sebelum meledak namun, hal tersebut akan menimbulkan resiko kerusakan tambahan karena padatnya medan perkotaan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini. Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU