INDOZONE.ID - Pemerintah Iran mulai membuka kembali akses internet secara bertahap setelah pemadaman jaringan nasional yang berlangsung hampir tiga bulan.
Kebijakan tersebut sebelumnya diterapkan di tengah konflik berkepanjangan dengan Israel dan Amerika Serikat yang memicu ketegangan besar di dalam negeri.
Pemulihan akses internet diumumkan pada Selasa (26/5/2026), meski hingga kini layanan masih belum sepenuhnya normal.
Baca juga: Trump Tegaskan AS Tidak Akan Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
Sebagian warga Iran mengaku sudah bisa kembali mengakses situs internasional melalui jaringan internet rumah, sementara koneksi data seluler masih banyak mengalami gangguan.
Lembaga pemantau internet global NetBlocks menyebut langkah ini sebagai pemulihan parsial pertama sejak hari ke-88 pemutusan internet nasional.
Namun, mereka menilai masih belum jelas apakah pemerintah benar-benar akan mengakhiri salah satu pemblokiran internet terpanjang dalam sejarah modern.
Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref mengatakan bahwa langkah tersebut menjadi awal menuju akses dunia maya yang “bebas dan teratur”.
Baca juga: Militer AS Serang Lokasi Rudal dan Kapal Iran di Selat Hormuz, Batal Damai?
Dalam pernyataannya di media sosial X, ia juga menyebut tuntutan masyarakat terkait akses internet akan dipenuhi secara bertahap.
Media pemerintah Iran, termasuk kantor berita IRNA dan Fars, bahkan mengklaim koneksi internet internasional telah kembali normal bagi pengguna layanan broadband rumah. Meski demikian, laporan itu belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh lembaga pemantau independen.
Internet Rumah Mulai Aktif, Data Seluler Masih Terganggu
Sejumlah warga di berbagai wilayah Iran mengatakan akses Wi-Fi rumah mulai berfungsi kembali. Namun, sebagian besar platform media sosial masih memerlukan VPN agar dapat diakses.
Seorang perempuan berusia 22 tahun di Kota Kermanshah mengaku akhirnya bisa membuka situs internasional menggunakan koneksi internet rumahnya setelah berbulan-bulan terputus.
Sementara itu, seorang pekerja di Teheran menyebut jaringan internet di kantornya sudah kembali aktif, tetapi koneksi seluler tetap tidak bisa digunakan untuk mengakses layanan luar negeri.
Meski ada perbaikan, banyak warga menilai koneksi internet masih sangat tidak stabil dan sering terputus.
Pemblokiran Internet Dipicu Konflik dan Gelombang Protes
Iran pertama kali memperketat akses internet pada 28 Februari ketika perang dengan Israel pecah. Sebelumnya, pemerintah juga sudah menerapkan pembatasan besar sejak 8 Januari saat demonstrasi anti-pemerintah meluas di berbagai kota.
Kelompok aktivis HAM menilai penutupan internet dilakukan untuk membatasi penyebaran informasi mengenai aksi penindakan aparat terhadap demonstran. Menurut sejumlah organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas selama gelombang kerusuhan tersebut.
Doug Madory, analis internet dari perusahaan pemantau jaringan Kentik di Amerika Serikat, mengatakan kondisi jaringan Iran masih jauh dari normal.
Menurutnya, volume lalu lintas internet Iran belum kembali ke tingkat sebelum pembatasan dimulai pada Januari lalu.
Pemerintah Iran Terpecah Soal Pembukaan Internet
Pemulihan akses internet juga memicu perdebatan internal di tubuh pemerintahan Iran. Presiden Masoud Pezeshkian yang dikenal lebih moderat disebut ingin segera mengakhiri pembatasan karena dampaknya yang besar terhadap ekonomi nasional.
Namun, keputusan akhir terkait keamanan siber dan pembatasan internet tetap berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang dipimpin tokoh garis keras Mohammad Bagher Zolghadr.
Seorang anggota komisi keamanan nasional parlemen Iran, Yaghoub Rezazadeh, menegaskan bahwa kebijakan terkait internet sepenuhnya ditentukan oleh lembaga keamanan negara.
Situasi semakin rumit setelah lembaga peradilan Iran menangguhkan badan khusus bentukan Presiden Pezeshkian yang sebelumnya memerintahkan pemulihan akses internet. Badan tersebut baru dibentuk pada 12 Mei untuk mengatur kebijakan dunia maya nasional.
Warga Iran Sambut Antusias Kembalinya Akses Internet
Kembalinya sebagian akses internet langsung disambut antusias oleh warga Iran di media sosial. Banyak pengguna mengungkapkan kegembiraan mereka karena akhirnya bisa kembali membuka platform global tanpa hambatan besar.
Seorang pengguna X menulis bahwa dirinya akhirnya dapat membuka YouTube tanpa VPN dan merasa seperti sedang bermimpi. Pengguna lain menyapa Twitter (nama lama X) setelah lama tidak bisa mengakses platform tersebut.
Meski begitu, pemulihan internet di Iran diperkirakan masih akan berlangsung bertahap dan belum sepenuhnya menjamin kebebasan akses digital seperti sebelum pembatasan diberlakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com