Menlu AS, Marco Rubio. (Julia Demaree Nikhinson/Pool via REUTERS)
INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio mengatakan, jika negosiasi antara AS dan Iran pada akhirnya gagal mencapai kesepakatan, maka Teheran akan menjadi pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Rubio saat diwawancara oleh India Today, dengan menyebut kegagalan diplomatik bukan kesalahan AS dan sekutunya di kawasan Teluk.
Baca juga: PM Pakistan Kunjungi China di Tengah Bayang-bayang Konflik Iran
"Jika upaya ini tidak berhasil, itu bukan kesalahan AS atau sekutu kami di Teluk. Itu akan menjadi 100 persen kesalahan Iran," ucap Rubio.
Rubio menyampaikan pernyataan ini sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negosiasi damai dengan Iran menuju jalan final.
Trump menyebut rincian akhir kesepakatan masih dibahas dan akan segera diumumkan.
Saat ditanya apakah kegagalan perundingan dapat memicu kembali Operasi Epic Fury terhadap Iran, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Donald Trump telah menegaskan akan melakukan langkah apa pun yang diperlukan untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Seperti diketahui, perang antara AS Vs Iran pecah pada 28 Februari 2026.
Dalam serangan itu, AS bersama Israel melancarkan serangan udara dan rudal gabungan besar-besaran (dengan sandi Operasi Epic Fury) yang menargetkan infrastruktur militer, rudal dan pertahanan udara.
Baca juga: Menlu AS: Operasi di Venezuela Bukan Aksi Invasi, tapi Penegakan Hukum!
Bahkan operasi itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA