Sabtu, 18 APRIL 2026 • 11:25 WIB

Ketegasan Iran: Tolak Gencatan Senjata Sementara, Ingin Akhiri Perang di Timur Tengah

Author

Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS-Israel Vs Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)

INDOZONE.ID - Iran menegaskan penolakan terhadap gencatan senjata yang bersifat sementara. Sebab, pihak Teheran ingin mengakhiri perang di seluruh kawasan Timur Tengah.

Sikap tegas pihak Teheran tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam Forum Diplomasi Antalya, Jumat 17 April 2026, waktu setempat.

Khatibzadeh bahkan mengatakan gencatan senjata harus mencakup semua zona konflik di Timur Tengah, mulai dari Lebanon hingga Laut Merah.

“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara,” kata Khatibzadeh, dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Donald Trump Klaim Iran Akan Menyerahkan Uranium Diperkaya ke AS

Gencatan senjata selama dua pekan tengah berlaku antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel yang berlaku sejak 7 April lalu.

Dalam masa gencatan senjata itu, perwakilan AS dan Iran bertemu di Islamabad, Pakistan, untuk membicarakan perdamaian, pada akhir pekan lalu. Akan tetapi, kata sepakat urung terwujud.

Selat Hormuz Kembali Dibuka

Penampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)

Lalu, AS melakukan blokade di Selat Hormuz yang masuk wilayah Iran, sejak Senin 13 April 2026, waktu setempat. Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling aktif di dunia dengan 20 persen pasokan energi, minyak dan gas, global melaluinya.

Sebelumnya, Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz supaya kapal-kapal agresor dan sekutunya tidak bisa lewat. Akan tetapi, kabar terkini menyebutkan Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Khatibzadeh menegaskan komitmen Iran untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Tapi, ia tidak menampik bahwa ada peluang peraturan baru diberlakukan karena pertimbangan keamanan dan masalah lingkungan.

Baca juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Ganggu Gencatan Senjata

Sementara itu, Khatibzadeh menuding AS dan Israel sebagai biang keladi di balik kestabilan di kawasan Timur Tengah. Ia bahkan menyebut dampak negatif dirasakan perdagangan dan perekonomian global karena ulah kedua negara tersebut.

Ia menegaskan, bahwa Selat Hormuz akan jadi jalur aman untuk perdagangan global dengan penyelesaian permanen terhadap konflik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU