Jumat, 10 APRIL 2026 • 13:35 WIB

Mantan Jaksa Agung AS Dikecam Usai Tolak Hadiri Hearing Kasus Epstein

Author

Mantan Jaksa Agung AS Pam Bondi (Reuters).

INDOZONE.ID - Anggota parlemen AS mengecam mantan Jaksa Agung Pam Bondi yang menolak hadir dalam sidang komite penyelidik kasus Jeffrey Epstein

Bondi dianggap menghalangi pengawasan Kongres dan menentang panggilan pengadilan untuk kesaksiannya.

Pada Kamis (9/4/2026), anggota parlemen dari Partai Demokrat di Komite Pengawas DPR AS menuduh Bondi membangkang. 

Departemen Kehakiman mengatakan Bondi tidak akan bersaksi karena ia sudah tidak menjabat sebagai jaksa agung. Ia dipecat pada 2 April lalu.

Baca juga: RS di Beirut Kewalahan Tangani Korban Serangan Israel: 303 Tewas, 1.150 Luka-luka dalam Sehari

"Sangat memalukan bahwa Pam Bondi masih mencoba melindungi orang-orang kuat dan koneksi mereka dengan Jeffrey Epstein," tulis Demokrat dalam unggahan media sosial. "Dia harus datang ke komite kami dan menjawab pertanyaan kami."

Bondi Dipanggil Soal Rilis Berkas Epstein

Bondi dipanggil bulan lalu untuk bersaksi tentang rilis berkas Epstein. Pemanggilan ini didasarkan pada Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang disahkan pada November lalu. 

Sebagai jaksa agung saat itu, Bondi bertanggung jawab menerbitkan catatan sesuai hukum.

Dalam wawancara dengan saluran TV MS NOW, Anggota Kongres Robert Garcia memperingatkan bahwa Bondi bisa didakwa menghina Kongres jika menolak hadir. 

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Tercapai, Tapi Ketidakpastian Hormuz Masih Menghantui Teluk

"Secara hukum, jika seseorang dipanggil, tidak masalah apakah mereka berganti pekerjaan, punya pekerjaan, atau tidak. Mereka tetap diharapkan hadir di depan Kongres," kata Garcia.

"Jika dia tidak maju berdasarkan panggilan hukumnya, maka kami akan menyatakan Pam Bondi menghina Kongres," tambahnya.

Berkas Epstein telah menjadi sakit kepala politik berkelanjutan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemerintah dituduh melindungi orang-orang kuat yang terhubung dengan Epstein dari pengawasan publik.

Trump dan Koneksi dengan Epstein

Trump sendiri memiliki hubungan dekat dengan Epstein selama bertahun-tahun. Ia berulang kali menyebut pengawasan atas berkas Epstein sebagai "tipuan" dan bahkan menyebut beberapa anggota Partai Republik "bodoh" karena menyerukan rilis berkas tersebut.

Baca juga: Empat Orang Tewas Saat Coba Naik Perahu di Selat Inggris

Namun Trump akhirnya mengubah sikap dan mendukung Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada November. 

Tapi kritikus mengatakan pemerintahannya secara terbuka melanggar hukum dengan menyembunyikan dokumen tertentu dan mencoret banyak dokumen lainnya.

Dalam pernyataan bersama, anggota parlemen dari dua partai, Ro Khanna (Demokrat) dan Nancy Mace (Republik), berargumen bahwa pemecatan Bondi tidak menghapus kewajibannya untuk mematuhi panggilan Kongres.

"Rakyat Amerika berhak tahu apakah Kongres disesatkan dan apakah informasi tentang Jeffrey Epstein dan rekannya ditahan. Pam Bondi punya jawaban," bunyi pernyataan mereka.

Baca juga: Perang Iran Hari ke-41: Lebanon Berkabung, 254 Tewas dalam Sehari

Jajak pendapat YouGov pada Februari menemukan 56 persen warga AS tidak setuju dengan penanganan Trump atas berkas Epstein. 

Sekitar setengah responden mengatakan mereka percaya Trump terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Epstein.

Epstein, seorang financier kaya, meninggal di sel penjara pada 2019 saat menunggu dakwaan perdagangan seks. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.

"Kami menuntut kebenaran dan jawaban," kata Garcia dalam wawancara Kamis. "Fakta bahwa Gedung Putih ingin bermain game dan terus menutup-nutupi ini tidak bisa diterima."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU