Jumat, 03 APRIL 2026 • 11:07 WIB

Rusia Kirim Kapal Kedua ke Kuba untuk Tembus Blokade Minyak AS

Author

Ilustrasi distribusi minyak di Moskow, Rusia. (REUTERS/Maxim Shemetov)

INDOZONE.ID - Rusia berencana mengirim kapal kedua yang membawa minyak ke Kuba, demikian diumumkan Menteri Energi Rusia Sergei Tsivilev pada Kamis (2/4/2026). 

Langkah tersebut dilakukan saat negara Karibia itu berjuang di bawah blokade AS yang melumpuhkan.

Pengiriman kedua kali ini menyusul kapal tanker Rusia pertama yang membawa sekitar 700.000 barel minyak mentah tiba di terminal minyak Matanzas, Kuba, pada Selasa (30/3/2026). 

Itu adalah pengiriman minyak signifikan pertama ke Kuba dalam sekitar tiga bulan.

Baca juga: NASA Siap Gelontorkan 20 Miliar Dolar Bangun Pangkalan di Bulan, Batal Bangun Stasiun Luar Angkasa

"Kami Tidak Akan Tinggalkan Kuba"

Tsivilev merujuk pada kapal pertama yang berhasil menembus blokade. "Kuba dalam blokade total; mereka terputus. Kapal siapa yang mengirim minyak? Kapal Rusia yang menerobos blokade," katanya.

"Kapal kedua sedang dimuat sekarang. Kami tidak akan meninggalkan Kuba sendirian dalam kesulitan," tegasnya.

Blokade Bahan Bakar Trump, Pengecualian Kemanusiaan untuk Pengiriman Pertama

Pemerintah Presiden Donald Trump memberlakukan blokade bahan bakar ke Kuba, namun memberikan pengecualian (waiver) untuk pengiriman pekan lalu atas alasan kemanusiaan. 

Pemerintah AS menyatakan keputusan tersebut akan ditangani secara kasus per kasus.

Baca juga: UU Israel yang Permudah Vonis Mati Tahanan Palestina Disahkan, Indonesia Gusar!

Kuba telah mengalami berminggu-minggu pemadaman listrik, penjatahan bahan bakar, dan kekurangan pangan sejak pemerintahan Trump mengancam akan memberlakukan tarif pada negara mana pun yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. 

Blokade yang mulai berlaku setelah penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, dikecam oleh pejabat Kuba sebagai tindakan kejam.

Ribuan Warga Kuba Protes Embargo AS

Di ibu kota Havana, Kamis (2/4/2026), ratusan orang berkumpul dengan sepeda, sepeda motor, dan kendaraan roda tiga kecil untuk memprotes embargo AS. 

Baca juga: Harga Migas Eropa Naik hingga 70%, Akibat Konflik Timur Tengah

Mereka berteriak "Ya untuk Kuba! Tidak untuk blokade!" di sepanjang tanggul laut Havana yang terkenal, melewati Kedutaan Besar AS menuju pusat kota.

"Mereka mencekik kami," kata Ivan Beltran (62) kepada AFP, saat mengendarai becak listrik dengan foto mendiang pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, di kaca depannya.

Kerja Sama Minyak Rusia-Kuba

Selama kunjungan resmi ke St Petersburg pada Rabu (1/4/2026), Wakil Perdana Menteri Kuba Oscar Perez-Oliva mengatakan Havana dan Moskow telah memulai upaya mencapai stabilitas pasokan bahan bakar. 

Baca juga: Wabah Flu Burung di Belanda Ganggu Pasokan Telur, Harga Meroket

Kedua pihak juga membuat kemajuan dalam pembicaraan untuk meningkatkan partisipasi perusahaan Rusia dalam eksplorasi dan produksi minyak di Kuba.

Trump: "Saya Tidak Ada Masalah"

Trump, yang berulang kali mengancam akan menyerang Kuba dan menggulingkan pemerintahannya, mengatakan pada Minggu (29/3/2026) bahwa ia "tidak ada masalah" dengan yang Rusia mengirim minyak ke pulau itu.

"Kuba sudah selesai. Mereka memiliki rezim yang buruk. Mereka memiliki kepemimpinan yang sangat buruk dan korup, dan apakah mereka mendapat kapal minyak atau tidak, itu tidak akan menjadi masalah," kata Trump.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU