Selasa, 31 MARET 2026 • 20:34 WIB

Drone Iran Serang Tanker Kuwait di Dubai, Kapal Bermuatan 2 Juta Barel Minyak Terbakar

Author

Kapal tangker Kuwait yang terbakar (Handout/Kuwait Petroleum Corporation via Reuters). 

INDOZONE.ID - Sebuah kapal tanker minyak Kuwait yang bermuatan penuh diserang di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab, pada Senin (30/3/2026) malam. Serangan drone yang diduga berasal dari Iran menyebabkan kebakaran di kapal tersebut.

Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mengonfirmasi bahwa tanker Al-Salmi terkena serangan Iran saat berlabuh di pelabuhan. 

Perusahaan memperingatkan potensi tumpahan minyak di perairan sekitarnya.

Baca juga: Ukraina Terus Serang Kilang Minyak Rusia, Api Berkobar Berhari-hari, Ekspor Minyak Mandek

Api Berhasil Dipadamkan, Tak Ada Korban Jiwa

Otoritas Dubai menyatakan tim penanganan darurat berhasil mengendalikan insiden tersebut. Tidak ada kebocoran minyak atau korban luka dilaporkan.

Tanker Al-Salmi membawa dua juta barel minyak dari Kuwait dan Arab Saudi. Berdasarkan data Lloyd’s dan TankerTrackers, kapal tersebut tujuan akhirnya adalah Qingdao, China.

Ledakan Terdengar Berjam-Jam di Dubai

Jurnalis Al Jazeera Zein Basravi melaporkan dari Dubai bahwa beberapa ledakan keras terdengar di kota itu mulai pukul 18.00 hingga 19.00 waktu setempat Senin malam, hingga sekitar pukul 01.00-02.00 dini hari Selasa.

Baca juga: Harga Bensin di AS Tembus 4 Dolar per Galon, Tertinggi Sejak 2022

"Serangan ini tampaknya semakin dekat, semakin keras, dan salah satunya mengenai kapal tanker minyak itu di lepas pantai perairan Dubai," kata Basravi.

"Orang-orang tampaknya dalam kondisi siaga tinggi di sini lagi... Anda dapat mendengar jet militer di atas yang berpatroli di langit," tambahnya.

Gelombang Serangan di Seluruh Teluk

Serangan terhadap tanker Kuwait ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian serangan terhadap kapal dagang di Teluk dan Selat Hormuz sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai 28 Februari.

Sebelumnya pada Senin, sebuah kapal kontainer milik Yunani di lepas pantai Ras Tanura, Arab Saudi, melaporkan dua insiden terpisah di mana proyektil mengenai air di dekat kapal.

Baca juga: Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Negosiasi Gagal

Operator kapal kargo Thailand yang terkena proyektil di dekat Selat Hormuz mengatakan tim pencari berhasil naik ke kapal tetapi tidak menemukan tiga awak yang hilang.

Serangan Juga Terjadi di Qatar, Bahrain, dan Saudi

Jurnalis Al Jazeera Malik Traina melaporkan dari Kuwait City bahwa ada "banyak serangan" di seluruh Teluk dalam beberapa jam terakhir, termasuk di Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain.

Di UEA, empat orang mengalami luka ringan di daerah Al Badaa, Dubai, akibat puing-puing dari pencegat yang jatuh di pemukiman.

Arab Saudi mengatakan pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan 10 drone dan delapan rudal balistik dalam gelombang serangan baru. 

Baca juga: Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat AS, Trump Ancam Hentikan Perdagangan

Dua orang dilaporkan terluka di provinsi al-Kharj dengan kerusakan material terbatas di tiga rumah dan beberapa kendaraan.

Ledakan juga terdengar di Irak, dekat bandara internasional Erbil, ibu kota wilayah Kurdistan.

Iran: Serangan Hanya Target Pasukan AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bersikeras bahwa serangan Tehran ke negara-negara Teluk hanya menargetkan pasukan AS, meskipun serangan telah mengenai target sipil di seluruh wilayah.

Baca juga: Donald Trump Klaim AS Mulai Kendalikan Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

"Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan menganggapnya sebagai negara bersaudara," tulis Araghchi di X, seraya berbagi foto yang menunjukkan kerusakan pada pesawat AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di kerajaan tersebut.

"Operasi kami ditujukan pada agresor musuh yang tidak menghormati orang Arab maupun Iran, dan tidak dapat memberikan keamanan apa pun... Sudah saatnya mengusir pasukan AS," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU