Selasa, 31 MARET 2026 • 13:34 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Negosiasi Gagal

Author

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pembentukan gugus tugas antipenipuan yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih, Washington DC, 16 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (30/3/2026) kembali memberikan ancaman kepada Iran jika kesepakatan mengakhiri perang mandek atau tidak tercapai. Trump menegaskan, AS akan menghancurkan sumber energi Iran serta infrastruktur vital lainnya, termasuk kemungkinan fasilitas desalinasi yang memasok air minum.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui media sosial miliknya.

Baca juga: Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat AS, Trump Ancam Hentikan Perdagangan

Dalam wawancara bersama Financial Times, Trump memberi sinyal kemungkinan pasukan AS mengambil alih Pulau Kharg yang jadi pusat ekspor minyak Iran. Hal itu disampaikannya usai mengklaim ada kemajuan diplomatik antara AS dan Iran, meski sebenarnya terus dibantah pihak Teheran.

Meski menyebut ada kemajuan, Trump tetap meningkatkan tekanan dengan mengirim ribuan tambahan pasukan AS ke kawasan Timur Tengah.

Trump juga mengatakan kepada New York Post bahwa AS tengah bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf. Namun, mantan komandan Garda Revolusi tersebut menolak klaim itu dan menyebut upaya mediasi, termasuk melalui Pakistan, sebagai dalih atas penambahan pasukan AS.

Di sisi lain, Iran dilaporkan menyerang fasilitas penting di kawasan Teluk. Sebuah pembangkit air dan listrik di Kuwait menjadi sasaran, sementara kilang minyak di Israel juga diserang.

Baca juga: Donald Trump Klaim AS Mulai Kendalikan Selat Hormuz di Tengah Konflik Iran

Selain itu, sebuah drone menghantam kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai hingga memicu kebakaran yang masih berupaya dipadamkan otoritas setempat pada Selasa pagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU