Minggu, 22 MARET 2026 • 15:40 WIB

Lebih dari 20 Negara Siap Jaga Keamanan Jalur Penting Selat Hormuz

Author

Sebuah kapal angkatan laut Uni Emirat Arab berpatroli di dekat kapal kargo dan tanker minyak di Selat Hormuz, terlihat dari Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, pada 11 Maret 2026. (Reuters/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah lebih dari 20 negara menyatakan kesiapan mereka untuk ikut menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tindakan Iran yang dinilai mengganggu jalur vital perdagangan energi dunia.

Negara-negara Dunia Mengecam Tindakan Iran

Sebanyak 22 negara, yang sebagian besar berasal dari Eropa serta didukung oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Iran. 

Mereka menyoroti serangan terhadap kapal dagang yang tidak bersenjata di kawasan Teluk, serta serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.

Tak hanya itu, Iran juga disebut telah secara de facto menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu nadi utama distribusi energi global.

Baca juga: Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi Minyak

Komitmen Menjaga Jalur Pelayaran Tetap Aman

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara tersebut menegaskan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam berbagai upaya demi memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz

Mereka juga menyambut baik langkah sejumlah negara yang sudah mulai melakukan perencanaan awal untuk menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

Langkah ini menunjukkan adanya kekhawatiran global terhadap dampak yang lebih luas jika jalur tersebut benar-benar terganggu dalam waktu lama.

Baca juga: 5 Masalah Netanyahu yang 'Terselesaikan' oleh Perang Iran

Dampak Konflik terhadap Aktivitas Pelayaran

Ketegangan ini tidak lepas dari eskalasi konflik yang terjadi sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan ke negara-negara tetangganya di kawasan Teluk serta menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Akibatnya, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut mengalami penurunan drastis. Dalam periode 1 hingga 19 Maret, hanya tercatat 116 pelayaran kapal komoditas yang melintasi selat tersebut, turun sekitar 95 persen dibandingkan kondisi normal.

Ancaman terhadap Pasokan Energi Global

Selat Hormuz memiliki peran yang sangat krusial, karena sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia biasanya melewati jalur ini.

Gangguan yang terjadi, ditambah serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, telah memicu lonjakan harga energi secara signifikan di pasar global.

Kondisi ini membuat banyak negara khawatir akan stabilitas pasokan energi, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari kawasan tersebut.

Seruan Hentikan Serangan terhadap Infrastruktur Sipil

Dalam pernyataan yang sama, negara-negara tersebut juga menyerukan penghentian segera terhadap semua bentuk serangan yang menargetkan infrastruktur sipil. 

Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas energi seperti instalasi minyak dan gas yang menjadi tulang punggung ekonomi global.

Ketegangan Global yang Terus Membayangi

Situasi di Selat Hormuz saat ini menjadi sorotan dunia, mengingat dampaknya yang tidak hanya terbatas pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berimbas pada ekonomi global. 

Jika ketegangan terus berlanjut, bukan tidak mungkin krisis energi akan semakin dalam dan memicu efek domino di berbagai sektor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU