Jumat, 20 MARET 2026 • 08:52 WIB

Pertama dalam Sejarah, Jet Tempur Siluman F-35 AS Diduga Kena Tembak

Author

Jet tempur F-35 dalam formasi (US Air Force Senior Airman Trevor Gordnier/Reuters). 

INDOZONE.ID - Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara di Timur Tengah setelah menjalankan misi tempur di wilayah Iran, Kamis (19/3/2026). 

Meski pilot dilaporkan selamat dan dalam kondisi stabil, insiden ini memicu spekulasi bahwa pesawat canggih seharga hingga $100 juta itu mungkin menjadi korban tembakan musuh.

Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), membenarkan insiden tersebut dalam pernyataan resmi. 

"Pesawat mendarat dengan selamat dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang dalam penyelidikan," ujarnya.

Baca juga: Intelijen AS: Iran Tidak Bangun Kembali Program Nuklir Usai Diserang

Namun, CNN melaporkan mengutip dua sumber anonim yang menyatakan bahwa F-35 tersebut kemungkinan besar terkena serangan Iran. 

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terpisah mengeluarkan pernyataan yang mengklaim telah menembaki pesawat AS. 

Washington hingga kini belum mengonfirmasi penyebab pasti pendaratan darurat tersebut.

Pertama dalam Sejarah Operasi Tempur F-35

Meskipun jet siluman F-35 telah digunakan dalam operasi tempur sejak 2018, belum pernah ada kasus terkonfirmasi di mana pesawat ini berhasil ditembak jatuh atau rusak akibat tembakan musuh. 

Baca juga: Wabah Meningitis Picu Kepanikan Mahasiswa di Inggris, Dua Orang Meninggal Dunia

Jika terbukti terkena serangan Iran, ini akan menjadi insiden bersejarah yang memalukan bagi Pentagon.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari, AS dilaporkan telah kehilangan sekitar 12 drone MQ-9 Reaper. 

Selain itu, lima pesawat pengisi bahan bakar KC-135 juga dilaporkan rusak dalam serangan rudal Iran di pangkalan di Arab Saudi, meskipun laporan ini belum diverifikasi secara independen.

Korban Terus Berjatuhan di Kedua Sisi

Konflik ini telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Di pihak AS, setidaknya 13 personel militer tewas dan sekitar 200 lainnya terluka dalam operasi tempur melawan Iran. 

Baca juga: China Gencarkan Upaya Dorong Pernikahan dan Kelahiran di Tengah Perubahan Pola Pikir Generasi Muda

Sementara di Iran, otoritas kesehatan setempat mencatat 1.444 orang tewas dan 18.551 terluka sejak konflik dimulai.

AS Tegaskan Target Perang Tak Berubah

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa tujuan perang melawan Iran tidak berubah sejak serangan dimulai 28 Februari. 

AS mengklaim telah menyerang 7.000 target di dalam Iran, serta menghantam lebih dari 40 kapal penanam ranjau dan 11 kapal selam Iran.

"Tujuan kami, yang diberikan langsung dari presiden kami yang mengutamakan Amerika, tetap persis seperti di hari pertama," kata Hegseth. 

Target tersebut termasuk menghancurkan peluncur rudal Iran, mendegradasi basis industri pertahanan dan angkatan lautnya, serta mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Baca juga: Jika AS Menyelesaikan Iran, Donald Trump Nilai Sekutu Paman Sam Baru Akan Gerak ke Selat Hormuz

Hegseth menambahkan bahwa tidak ada "batas waktu" yang ditetapkan untuk mengakhiri kampanye militer ini. 

Sementara itu, Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan rudal yang signifikan. 

"Mereka memasuki pertempuran ini dengan banyak senjata," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU