Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 MARET 2026 • 20:40 WIB

China Gencarkan Upaya Dorong Pernikahan dan Kelahiran di Tengah Perubahan Pola Pikir Generasi Muda

China Gencarkan Upaya Dorong Pernikahan dan Kelahiran di Tengah Perubahan Pola Pikir Generasi MudaIlustrasi pasangan bersiap untuk sesi foto pernikahan di Shanghai, China. (freepik)

INDOZONE.ID - Dalam satu tahun terakhir, kehidupan Huang Zhen Hui dan Liang Ren Jia mengalami banyak perubahan besar. Selain berhasil mendirikan sekolah musik mereka sendiri di Shanghai, pasangan ini juga resmi menikah setelah menjalin hubungan selama tujuh tahun.

Awalnya, keduanya sempat khawatir hubungan mereka tidak mendapat restu keluarga. Pasalnya, Huang berasal dari Provinsi Shandong, sementara Liang dari Zhejiang, jarak antara kampung halaman mereka mencapai sekitar 1.000 kilometer. 

Namun kekhawatiran itu tak terbukti. Kedua keluarga justru memberikan dukungan penuh, hingga mereka akhirnya melangsungkan pernikahan pada November tahun lalu di Shanghai.

Bagi Huang, pernikahan memberikan makna lebih dalam kehidupan. Ia melihat banyak anak muda saat ini menjalani hubungan secara santai tanpa komitmen jangka panjang.

Banyak yang berpacaran tanpa arah. Jika tidak cocok, langsung berpisah. Padahal, pada dasarnya setiap orang membutuhkan rasa memiliki, dan pernikahan bisa menjadi tempat untuk menemukan hal itu,” ujarnya.

Liang menambahkan bahwa mereka juga menghadapi tekanan finansial seperti kebanyakan pasangan muda di China. Namun, mereka memilih untuk menghadapinya bersama.

Masalah keuangan terasa jauh lebih berat jika ditanggung sendiri. Tapi jika berdua, kita bisa saling menguatkan dan mencari solusi bersama,” kata Liang.

Baca juga: Polisi Australia Temukan Dua Jenazah dalam Pencarian Turis China yang Hilang

Angka Pernikahan Mulai Bangkit

Pasangan ini menjadi bagian dari sekitar 6,76 juta pernikahan yang tercatat di China sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencatat rekor terendah.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan kebijakan pemerintah dan pertimbangan budaya. 

Pada Mei 2025, pemerintah China menghapus aturan lama yang mengharuskan pasangan mendaftarkan pernikahan di kampung halaman masing-masing. Kini, pasangan dapat menikah di mana saja di dalam negeri.

Selain itu, tahun 2024 dalam kalender tradisional China dianggap kurang baik untuk menikah, sehingga banyak pasangan memilih menunda hingga 2025 yang dinilai lebih membawa keberuntungan.

Baca juga: Warganya Tewas di Teheran, China Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Pemerintah Perkuat Kebijakan Pro-Kelahiran

Dalam pertemuan politik tahunan terbesar China yang dikenal sebagai Two Sessions, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menciptakan “masyarakat ramah kelahiran” dalam lima tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

China Gencarkan Upaya Dorong Pernikahan dan Kelahiran di Tengah Perubahan Pola Pikir Generasi Muda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!