INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bete dengan negara-negara yang dilindungi Paman Sam, tapi enggan kirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz, Iran.
Ia mengapresiasi beberapa negara yang memberikan bantuan pada AS dengan mengirimkan kapal ke Selat Hormuz. Akan tetapi, tidak semua negara menuruti permintaan AS pimpinan Trump tersebut.
Trump menilai mengirimkan kapal penyapu ranjau merupakan hal kecil bagi negara-negara tersebut, ketimbang perlindungan yang telah diberikan AS kepada mereka.
"Banyak negara telah memberi tahu saya, bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun," kata Trump, dikutip dari ANTARA, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: AS-Israel vs Iran Memanas: Serangan Meluas hingga Ancaman Krisis Energi Global
"Kami ingin tahu, 'Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?' Mereka menjawab, 'Kami lebih suka tidak terlibat.' Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu 14 Maret 2026, waktu setempat, Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Inggris, dan beberapa negara lainnya, untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Prancis dan beberapa negara lain mempersiapkan misi bersama untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker di Selat Hormuz.
Selain itu, Trump pun secara terbuka mengaku tidak yakin NATO akan membantu AS dalam konflik dengan Iran. Padahal, AS berkomitmen pada aliansi pertahanan tersebut.
Iran Cuma Tutup Selat Hormuz untuk Musuh
Perang di Timur Tengah dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran, pada 28 Februari 2026. Pihak Teheran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jadi salah satu korban dari serangan AS-Israel. Posisi Ali Khamenei digantikan oleh putra keduanya, yaitu Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Baca juga: Rudal-Rudal Amerika dan Israel Rusak Situs Warisan Budaya Abad ke-14 di Iran
Seiring peningkatan ketegangan perang, Iran tidak mengizinkan kapal-kapal milik AS dan negara-negara sekutunya untuk melewati Selat Hormuz. Pihak Teheran cuma melarang pihak musuh untuk melewati Selat Hormuz.
Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke seluruh dunia. Sebagai salah satu rute maritim penting dalam distribusi energi, pengetatan navigasi di Selat Hormuz akan membuat banyak negara meradang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA