INDOZONE.ID - Iran menangkap lusinan warga negara asing yang terindikasi terlibat tindakan spionase.
Kementerian Intelijen Iran tidak mengidentifikasi orang-orang yang ditangkap. Namun, Kementerian menegaskan orang yang ditangkap diduga melakukan spionase untuk Amerika Serikat dan Israel.
Mereka, menurut keterangan yang sama, juga bertindak sebagai proxy untuk dua negara di Kawasan Teluk.
"30 mata-mata, tentara bayaran, dan agen operasional Israel dan AS ditangkap selama beberapa hari terakhir," bunyi pernyataan Kementerian, Selasa (10/3/2026).
Penangkapan dilakukan menyusul serangan udara Amerika dan Israel ke Iran yang kini memasuki pekan kedua. Dalam serangan hari pertama, Pimpinan Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur.
Baca juga: Trump Tak Senang Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: Mereka Bikin Kesalahan Besar
Peristiwa itu memicu aksi balasan Iran ke fasilitas militer Amerika yang tersebar di Kawasan Teluk. Iran juga mengirim rudal ke jantung Ibu Kota Israel di Teheran.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Iran Ahmadreza Radan menyatakan institusinya juga melakukan operasi penangkapan. Sebanyak 81 orang ditahan. Mereka diduga membagikan informasi dalam negeri kepada musuh.
Berdasarkan catatan Reuters, Garda Nasional Iran telah menangkap lusinan orang dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka umumnya berkewarganegaraan asing, atau memiliki kewarganegaraan ganda. Kebanyakan ditangkap karena spionase atau tuduhan terkait isu keamanan.
Baca juga: Trump Sebut Perang Iran Akan Segera Berakhir, Tapi Tanpa Jadwal Jelas
Kelompok pejuang hak asasi menuding Iran menggunakan tuduhan yang direkayasa untuk mendapat keuntungan politik dari negara lain. Namun, Teheran membantah semua tudingan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters