INDOZONE.ID - Operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran belum akan selesai dalam waktu dekat. Itu merupakan pernyataan dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Ia menegaskan, bahwa operasi militer AS terhadap Israel bahkan baru permulaan. Hegseth menyatakan kekuatan Iran akan makin melemah seiring dengan serangan AS.
"(Kekuatan Iran) Menipis dan akan semakin tipis. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan," kata Hegseth di 60 Minutes CBS News, Minggu 8 Maret 2026, dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3/2026).
Hegseth menyatakan operasi militer AS berjalan sesuai dengan rencana. Tak ayal, ia menolak anggapan bahwa operasi militer AS akan rampung dalam waktu dekat ini.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Perang Berpotensi Berlarut
"Kami sangat sesuai rencana," jelasnya.
Kamu harus tahu, Pentagon, Departemen Pertahanan AS, lebih dari 50 ribu tentara AS terlibat dalam Operasi Epic Fury. Operasi militer AS itu telah menyerang sekira 3.000 target di Iran hingga Jumat 6 Maret 2026.
Hegseth pun menegaskan, bahwa kekuatan militer AS lebih baik ketimbang Iran. Kekuatan militer AS akan bertambah kuat dengan bergabungnya militer Israel.
"Jika kami (AS) menggabungkan angkatan udara kami dengan angkatan udara Angkatan Pertahanan Israel, maka mereka adalah dua angkatan udara terkuat di dunia," ucapnya.
AS Mau Iran Nyerah Tanpa Syarat atau Korban Jiwa Makin Banyak
Hegseth menjelaskan, bahwa negaranya berjuang untuk memenangkan perang dengan Iran. Ia pun mengulangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, supaya Iran menyerah tanpa syarat.
"Artinya, kami berjuang untuk menang. Artinya, kami menetapkan syaratnya. Kami akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur," ujar Hegseth.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel, Konflik AS-Israel vs Iran Picu Krisis Energi Global
Jika perlawanan terus dilakukan oleh Iran, Hegseth menyinggung soal peluang bertambahnya korban jiwa. Itu sesuai dengan pernyataan Trump sebelumnya.
"Presiden (Trump) benar ketika mengatakan akan ada korban jiwa, akan ada lebih banyak korban jiwa," ungkap Hegseth.
Sementara itu, Pentagon siap untuk melanjutkan operasi militer AS terhadap Iran demi mencapai kemenangan. Kenyataan ini sesuai dengan peningkatan ketegangan di Timur Tengah setelah konflik AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak akhir Februari silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara