INDOZONE.ID - Dewan Ahli Iran menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, pada Senin (9/3/2026). Mojtaba yang berusia 56 tahun, merupakan anak Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Nama Mojtaba telah menjadi sorotan untuk menjadi ayatollah baru, usai Ali Khamenei resmi dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Trump Ingin Terlibat Saat Penentuan Pemimpin Baru Iran Saat Perang Memanas
"Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran," demikian pernyataan resmi Dewan Ahli.
Pengumuman penetapan Pemimpin Tertinggi baru ini menunjukkan keteguhan Dewan Ahli yang tetap bersidang untuk memilih pemimpin baru meski ada ancaman dari Presiden AS Donald Trump.
"Dewan Ahli mengadakan pertemuan meski ada ancaman Trump untuk mengganggunya," kata Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Baca juga: Trump Peringatkan Pemimpin Baru Iran Tidak akan Bertahan Tanpa Persetujuan AS
Menanggapi hal ini, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menyatakan kesetiaan dan kepatuhan pada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
"IRGC Iran mendukung pilihan Dewan Ahli yang terhormat, siap menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei, serta menjaga nilai-nilai Revolusi Islam dan melindungi warisan berharga para imam revolusi, Imam Ruhollah Khomeini dan Imam Ali Khamenei,” kata IRGC dalam pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA