Jumat, 06 MARET 2026 • 11:05 WIB

Presiden Azerbaijan Ancam Balas Serangan Drone yang Diduga Diluncurkan dari Iran

Author

Asap membumbung setelah ledakan drone di Bandara Nakhchivan, Azerbaijan, dalam tangkapan layar yang diambil dari video media sosial yang dirilis pada 5 Maret 2026. (Media sosial via Reuters)

INDOZONE.ID - Ketegangan di kawasan Kaukasus kembali meningkat, setelah Azerbaijan menuduh Iran melakukan serangan drone ke wilayahnya.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyebutkan, insiden tersebut sebagai tindakan terorisme dan menegaskan bahwa, negaranya akan mengambil langkah balasan.

Drone Jatuh di Bandara Nakhchivan

Insiden itu terjadi di wilayah eksklave Nakhchivan, sebuah wilayah Azerbaijan yang terpisah dari daratan utamanya dan berbatasan langsung dengan Iran.

Menurut laporan otoritas setempat, dua drone melintasi perbatasan sebelum akhirnya jatuh di wilayah Azerbaijan.

Salah satu drone dilaporkan menghantam bangunan terminal Bandara Internasional Nakhchivan, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Iran.

Sementara drone lainnya jatuh di dekat sebuah gedung sekolah di desa yang berada tak jauh dari lokasi bandara.

Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sumber yang dekat dengan pemerintah Azerbaijan menyebutkan, insiden tersebut juga memicu kebakaran di sekitar area bandara.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, asap hitam membumbung tinggi di sekitar bandara. Di dalam terminal, terlihat kerusakan pada bagian atap kaca (skylight) akibat ledakan.

Baca juga: Balas Agresi Israel, Iran Kirim Serangan Roket Pertama

Presiden Azerbaijan Sebut Serangan sebagai Tindakan Teror

Presiden Ilham Aliyev mengecam keras insiden tersebut. Dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan Azerbaijan, ia menyatakan, serangan drone itu merupakan aksi teror yang berasal dari wilayah Iran.

Aliyev juga mengungkapkan, militer Azerbaijan telah diperintahkan untuk mempersiapkan langkah-langkah pembalasan.

Pasukan negara itu disebut telah ditempatkan pada tingkat mobilisasi tertinggi, dan siap melaksanakan operasi militer jika diperlukan.

Menurut Aliyev, Azerbaijan tidak akan membiarkan serangan terhadap wilayahnya terjadi tanpa respons.

Baca juga: Netanyahu: Perang Lawan Iran Tak Akan Berlangsung Bertahun-Tahun

Iran Bantah Terlibat

Di sisi lain, Iran dengan tegas membantah tuduhan bahwa pihaknya meluncurkan serangan drone ke Azerbaijan.

Staf umum angkatan bersenjata Iran menyatakan, militer Iran tidak mengirimkan drone ke wilayah negara tetangganya tersebut.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, pihak militer juga menuding Israel berada di balik insiden tersebut.

Menurut mereka, tindakan semacam itu bukan hal baru bagi Israel, yang disebut berusaha merusak hubungan antara negara-negara Muslim.

Iran menilai provokasi semacam itu bertujuan memperkeruh hubungan regional dan memicu konflik baru di kawasan.

Azerbaijan Ajukan Protes Diplomatik

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan langsung mengambil langkah diplomatik dengan melayangkan protes resmi kepada Kedutaan Besar Iran di Baku.

Dalam pernyataan resminya, kementerian tersebut menegaskan, serangan drone di wilayah Azerbaijan merupakan pelanggaran terhadap norma dan prinsip hukum internasional. Insiden tersebut dinilai dapat memperburuk ketegangan di kawasan.

Azerbaijan juga menuntut Iran segera memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Selain itu, Baku meminta langkah konkret untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Sebagai bagian dari langkah diplomatik itu, duta besar Iran untuk Azerbaijan juga dipanggil ke Kementerian Luar Negeri untuk menerima nota protes resmi dari pemerintah Azerbaijan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU