Jumat, 06 MARET 2026 • 09:25 WIB

Israel Mulai Serang Hizbullah di Pinggiran Selatan Beirut

Author

Api berkobar dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan wilayah pinggiran selatan Beirut di Lebanon pada 5 Maret 2026. (New York Times)

INDOZONE.ID - Militer Israel pada Kamis (5/3/2026) malam mengumumkan, telah memulai serangan terhadap infrastruktur milik kelompok Hizbullah di kawasan Dahiyeh, yang berada di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. 

Serangan ini dilakukan, setelah sebelumnya pihak militer memperingatkan warga di wilayah tersebut untuk segera mengungsi.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut operasi tersebut menargetkan fasilitas dan infrastruktur yang digunakan oleh Hizbullah di kawasan itu.

Peringatan evakuasi yang disampaikan sebelumnya, membuat banyak warga bergegas meninggalkan rumah mereka.

Situasi di jalan-jalan menuju luar kawasan Dahiyeh pun berubah kacau. Ribuan kendaraan memadati jalan raya, menciptakan kemacetan panjang ketika warga berusaha melarikan diri dari kemungkinan serangan udara. 

Beberapa orang bahkan menembakkan senjata ke udara, sebagai bentuk peringatan agar penduduk segera meninggalkan daerah tersebut.

Baca juga: Iran Gelar Pemakaman Massal 165 Siswi Korban Serangan Bom Amerika-Israel

Warga Mengungsi di Tengah Kepanikan

Serangan udara Israel memicu kepanikan besar di kalangan warga. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka, dengan terburu-buru tanpa tujuan yang jelas.

Di sebuah pantai di Beirut, ratusan keluarga terlihat berkumpul setelah melarikan diri dari wilayah pinggiran selatan. Sebagian besar dari mereka tampak ketakutan dan marah karena tidak memiliki tempat tinggal sementara.

Seorang pria yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dirinya bersama keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dengan tergesa-gesa.

Kami melarikan diri dari pinggiran kota. Rasanya sangat memalukan. Malam ini kami mungkin harus tidur di jalan, dan hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi pada kami,” ujarnya.

Baca juga: AS Disebut Buka Peluang Aksi Militer terhadap Iran hingga 100 Hari

Konflik Memanas Setelah Serangan Hizbullah

Lebanon terseret ke dalam konflik yang semakin meluas sejak Senin lalu. Ketegangan meningkat setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk balasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut otoritas Lebanon, sejak serangan Israel dimulai pada awal pekan ini, setidaknya 123 orang dilaporkan tewas, dan 683 lainnya mengalami luka-luka.

Situasi tersebut memperburuk kondisi keamanan di negara itu, dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dahiyeh, Basis Kuat Hizbullah

Kawasan Dahiyeh dikenal sebagai salah satu basis utama Hizbullah di Lebanon. Wilayah ini dihuni oleh sekitar 600.000 hingga 800.000 penduduk yang berasal dari berbagai latar belakang.

Namun setelah peringatan evakuasi dan gelombang pengungsian besar-besaran, kantor berita resmi Lebanon melaporkan, wilayah tersebut kini hampir kosong.

Kemacetan lalu lintas parah terjadi selama berjam-jam di berbagai kawasan Beirut. Banyak perusahaan dan lembaga juga memutuskan untuk menutup kantor lebih awal, agar para pekerja bisa segera pulang sebelum situasi semakin memburuk.

Sebelum peringatan evakuasi terbaru dikeluarkan, pemerintah Lebanon memperkirakan jumlah warga yang mengungsi sejak serangan Israel dimulai pada Senin telah mencapai lebih dari 90.000 orang.

Pemerintah Minta Pengungsi Menuju Wilayah Aman

Dengan semakin banyaknya warga dari pinggiran selatan Beirut yang masuk ke wilayah kota dan daerah Gunung Lebanon, unit manajemen bencana pemerintah meminta para pengungsi untuk bergerak ke wilayah timur dan utara negara itu.

Langkah tersebut diambil karena banyak tempat penampungan yang berada lebih dekat dengan Beirut sudah penuh oleh para pengungsi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan jauh, Bezalel Smotrich, menyatakan, kawasan Dahiyeh bisa mengalami nasib yang sama seperti Khan Younis di Gaza, kota yang hancur akibat pemboman Israel selama perang dengan Hamas.

Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di Telegram.

PBB Khawatir Situasi Semakin Memburuk

Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, mengungkapkan kekhawatirannya atas perkembangan situasi tersebut.

Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengatakan sebagian besar wilayah di pinggiran selatan Beirut telah diperintahkan untuk melakukan evakuasi.

Sementara warga dari wilayah selatan Lebanon, masih terus melarikan diri dalam jumlah besar.

Ia juga menilai, kondisi saat ini membuat Lebanon kembali menghadapi mimpi buruk baru.

Negara ini sedang mengalami mimpi buruk baru. Namun tidak ada pihak yang dapat memaksakan solusi jangka panjang melalui kekuatan militer,” ujarnya.

Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Serangan terbaru Israel terhadap target Hizbullah menambah daftar panjang eskalasi konflik di Timur Tengah, yang kini tidak hanya melibatkan Israel dan Hamas, tetapi juga Iran serta kelompok sekutunya di kawasan.

Para pengamat khawatir, jika situasi terus meningkat, maka konflik ini dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nytimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU