INDOZONE.ID - Frances baru sampai kantor saat polisi menelepon: suaminya, Andrew, pengacara ternama, ditangkap karena menggelapkan uang klien lansia.
Totalnya lebih dari 600 ribu poundsterling atau sekitar Rp12 miliar. Uang itu dipakai Andrew untuk situs dewasa, pekerja seks, dan barang antik.
Tapi di balik ulah impulsifnya, ada fakta mengejutkan: perilaku ini dipicu obat Parkinson yang diminumnya.
Andrew didiagnosis Parkinson beberapa tahun lalu. Dokter meresepkan Pramipexole, obat yang meningkatkan dopamin—zat kimia otak yang bikin kita merasa reward.
Baca juga: AS Diklaim Sudah Siapkan 'Pesawat Siluman' B-2 untuk Serang Fasilitas Nuklir Milik Iran
Awalnya manjur, tremor hilang. Tapi efek sampingnya diam-diam mengerikan.
Obat yang Mengubah Hidup
Setelah minum obat, Andrew yang sebelumnya cuma sesekali akses situs dewasa, jadi kalap.
Dalam setahun ia melakukan hampir 500 transaksi ke situs webcam, habiskan Rp2 miliar di satu situs aja.
Ia juga keluar Rp1,6 miliar untuk pekerja seks dalam empat bulan.
Nomor 90 escorts ada di ponselnya. Belanja barang antik di eBay? Rp1,7 miliar dalam enam bulan. Semua pakai uang klien.
Saat Andrew kolaps, dokter bilang ke Frances: obat ini bisa sebabkan perilaku impulsif.
Baca juga: Perkuat Diplomasi Antariksa di Afrika, China Serahkan Stasiun Bumi Satelit ke Namibia
Frances kaget—nggak pernah dikasih tahu, padahal selalu dampingi kontrol. Penjelasan itu datang terlambat.
Dua Nyawa Melayang
Dampaknya menghancurkan. Putra mereka, Harry, yang punya gangguan mental, tak sanggup dengan tekanan dan aib keluarga.
Ia bunuh diri. Andrew dihukum empat tahun penjara, bercerai, dan bebas dua tahun kemudian.
Tapi hidupnya hancur. Oktober 2020, ia juga mengakhiri hidupnya.
Studi menunjukkan 1 dari 6 pasien Parkinson yang minum obat golongan ini alami gangguan kontrol impuls.
Baca juga: Wajahnya Dipakai Jadi Menteri AI Tanpa Izin, Aktris Albania Gugat Pemerintah Rp 17 Miliar
Tapi peringatan di kemasan masih abu-abu, dan pasien jarang diberi tahu risiko nyata: bisa bikin kecanduan seks, judi, atau belanja kompulsif.
Frances kehilangan suami, anak, rumah, dan komunitasnya. "Aku nggak punya kata-kata buat gambarkan betapa menghancurkannya ini," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC