Ilustrasi menteri ai (freepik).
INDOZONE.ID - Seorang aktris film dan teater Albania, Anila Bisha, menggugat pemerintahnya sendiri.
Penyebabnya, wajah dan suaranya digunakan tanpa izin untuk menciptakan avatar "Menteri AI"—sebuah anggota kabinet virtual yang diperkenalkan Perdana Menteri Edi Rama.
Rama meluncurkan "Diella" (dari kata diell yang berarti matahari dalam bahasa Albania) saat memulai masa jabatan keempatnya pada September lalu.
Menteri virtual ini diklaim bertugas mengawasi pemberian kontrak pemerintah sebagai langkah antikorupsi.
Namun di balik kecanggihan teknologinya, tersimpan masalah etik.
Baca juga: Mural Ikonik Penang Dipakai di Badan Pesawat, Seniman Gugat AirAsia
Bisha mengaku sempat mengizinkan kemiripan dirinya digunakan tahun lalu untuk membuat asisten virtual bertenaga AI.
Tugasnya membantu warga dan bisnis mengurus dokumen negara lewat situs pemerintah. Bukan untuk menjadi politisi virtual di jajaran perdana menteri.
"Awalnya saya kaget, lalu tersenyum dan bilang ini pasti lelucon. Sekarang orang memanggil saya Diella dan menganggap saya menteri sungguhan," ujar Bisha kepada Reuters.
Yang lebih menyakitkan, ia jadi sasaran kebencian. "Orang yang tidak suka perdana menteri, sekarang juga membenci saya."
Baca juga: Terima 3.000 Tahanan ISIS dari Suriah, Irak Minta Bantuan Dana Internasional
Pemerintah Albania membantah menggunakan kemiripan Bisha secara tidak sah.
Kantor pers pemerintah menyebut gugatan itu "tidak masuk akal," namun menyambut baik kesempatan menyelesaikan masalah ini di pengadilan.
Diella sendiri berfoto di barisan pertama kabinet di situs pemerintah, bersanding dengan Rama dan wakilnya, Belinda Balluku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters