INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan program rudal negaranya tak pernah bisa dinegosiasikan dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS).
Hal itu disampaikan Agachi dalam sebuah wawancara bersama Al Jazeera Qatar, yang kemudian dibagikan dalam bahasa Persia di akun Telegram miliknya pada Sabtu (7/2/2026) waktu setempat.
Araghchi melanjutkan perundingan AS dan Iran soal isu nuklir merupakan awal yang baik, meski butuh waktu panjang untuk saling percaya.
Baca juga: Iran Bakal Hancurkan Pangkalan AS di Teluk Persia jika Diserang Duluan
"Rudal tidak pernah bisa dinegosiasikan karena masalah itu merupakan isu pertahanan," ujar Araghchi. "Kami berharap pendekatan ini dapat diterapkan dalam kebijakan AS."
Araghchi mengatakan, AS dan Israel gagal menghancurkan kemampuan nuklir Iran meski sempat meledakkan fasilitas-fasilitas atom negaranya.
Ia menegaskan, Iran berhak penuh atas pengelolaan uranium di tanahnya sendiri, dan tak dapat diganggu pihak manapun.
Terkait serangan yang akan diluncurkan AS, Araghchi menyebut tidak mungkin bagi Iran untuk menyerang wilayah daratan AS, tetapi Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Asia Barat.
Baca juga: AS vs Iran Memanas Lagi: Diplomasi Jalan, Ancaman Perang Timur Tengah Kian Nyata
Perundingan pada Jumat tersebut antara delegasi AS dan Iran, yang masing-masing dipimpin oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan Araghchi, menandai dimulainya kembali upaya diplomatik di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, terutama terkait peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA