INDOZONE.ID - Pemerintah Iran menetapkan tiga hari masa berkabung nasional untuk mengenang para korban yang disebut sebagai “martir”. Penetapan masa berkabung ini diumumkan di televisi pemerintah Iran, Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, pemerintah menyebut Presiden Iran, Masoud Pezeshkian beserta jajaran kabinet turut menyampaikan duka cita atas korban dalam kerusuhan.
Selain itu, pemerintah juga menyerukan aksi long march atau pawai nasional pada Senin, sebagai bentuk dukungan terhadap Republik Islam Iran.
Baca juga: Pesawat Militer AS Bergerak ke Mediterania, Potensi Serangan Gabungan ke Iran Meningkat
Menurut laporan, kerusuhan di Iran beberapa waktu lalu telah menewaskan lebih dari 500 orang.
Otoritas Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan Washington agar tidak melakukan “salah perhitungan”.
"Perlu kami tegaskan, jika Iran diserang, maka wilayah pendudukan (Israel), serta seluruh pangkalan dan kapal militer AS akan menjadi target sah kami,” ujar Qalibaf, yang juga mantan komandan Garda Revolusi Iran.
Baca juga: Fordow: Bunker Nuklir Tak Tertembus di Iran yang Mengubah Dinamika Keamanan Timur Tengah
Aksi demonstrasi bermula pada 28 Desember, dipicu oleh lonjakan harga kebutuhan pokok, sebelum berkembang menjadi perlawanan terhadap pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Khaleej Times