Senin, 15 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Serangan Drone di Basis PBB Sudan Tewaskan 6 Pasukan Perdamaian Bangladesh

Author

Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlihat di sebuah jendela di markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada 18 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon)

INDOZONE.ID - Serangan drone di basis PBB Sudan kembali menambah daftar panjang kekerasan di wilayah konflik tersebut. 

Sedikitnya enam personel pasukan perdamaian asal Bangladesh dilaporkan tewas, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah drone menyerang pangkalan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Abyei, Sudan.

Informasi tersebut disampaikan Angkatan Darat Bangladesh pada Sabtu (13/12/2025). Dalam pernyataan resminya, pihak militer menyebut kondisi keamanan di sekitar lokasi masih belum kondusif. 

Baca juga: Pemilu Myanmar Diwarnai Kekhawatiran Soal Pengawasan Massal, PBB Angkat Suara

Bentrokan dengan kelompok bersenjata dilaporkan masih berlangsung, sehingga proses evakuasi dan penanganan medis terhadap korban dilakukan di tengah situasi yang berisiko.

Bangladesh dikenal sebagai salah satu negara penyumbang terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. 

Pasukan negara tersebut telah lama ditempatkan di Abyei, wilayah rawan konflik yang hingga kini masih menjadi sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan. 

Baca juga: PBB Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana di Sumatera, Siap Dukung Operasi Penyelamatan

Seluruh korban dalam insiden ini merupakan warga negara Bangladesh yang tengah bertugas sebagai bagian dari United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA).

Akibat insiden tersebut, pasukan perdamaian PBB tewas saat menjalankan tugas menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa serangan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional. 

Ia juga menuntut agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang disebutnya “tidak dapat dibenarkan” itu segera diadili.

Di sisi lain, militer Sudan menuding Rapid Support Forces (RSF) sebagai pihak di balik serangan drone tersebut. 

RSF merupakan kelompok paramiliter yang telah terlibat konflik bersenjata dengan tentara Sudan selama lebih dari dua tahun terakhir, dalam perebutan kendali atas negara itu. 

Militer Sudan menilai serangan ini mencerminkan pendekatan destruktif kelompok pemberontak beserta pihak-pihak yang mendukungnya.

Hingga kini, jumlah korban tewas atas serangan drone PBB Sudan tercatat enam orang, dengan delapan personel lainnya masih menjalani perawatan medis. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU