INDOZONE.ID - Museum Louvre mengalami kebocoran. Ratusan karya yang tersimpan di Departemen Mesir Museum rusak terkena air.
"Jumlahnya antara 300-400," Wakil Administrator Museum, Francis Steinbock.
Koleksi yang rusak berupa jurnal tentang Mesir dan dokumentasi ilmiah. Materi tersebut kerap digunakan para peneliti.
Karya-karya itu berasal dari akhir Abad 19 dan awal Abad 20. Meski sangat berguna, koleksi tersebut menurut Steinbock, "Sama sekali tidak unik."
"Tidak ada artefak warisan budaya yang terpengaruh oleh kerusakan ini," katanya.
Baca juga: Media Jepang Perlihatkan Kantor Bergetar Hebat saat Gempa Magnitudo 7,6 Mengguncang
Pengelola museum ikonik di Paris, Perancis, itu baru menyadari terjadi kebocoran pada 26 November lalu.
Pengelola Louvre tengah melakukan penyelidikan internal untuk menginvestigasi kebocoran.
Sebuah katup yang terbuka secara tidak sengaja dalam sitem pemanas dan ventislasi diduga menjadi penyebab kebocoran.
Air masuk melalui celah itu lalu merembes melalui langit-langit sayap Mollien, tempat buku-buku disimpan.
Pihak Louvre optimistis karya yang rusak masih bisa diperbaiki. Karya-karya tersebut akan lebih dulu dikeringkan kemudian direstorasi sebelum dikembalikan ke rak penyimpanan.
Baca juga: Eks Menteri Olahraga China Dijatuhi Hukuman Mati karena Kasus Suap
Kejadian ini kembali menyingkap kondisi infrastruktur Louvre yang sudah usang dan tidak bisa diandalkan.
Pada Oktober lalu saja, empat orang berhasil menerobos masuk Louvre di siang bolong dan mencuri perhiasan seniali 102 juta dolar Amerika. Aksi mereka hanya berlangsung selama tujuh menit.
Menurut pengelola museum, sistem lama yang digunakan saat ini akan diganti pada September 2026.
Sejak akhir November lalu, Louvre telah menaikkan tarif masuk bagi pengunjung dari negara Non-Uni Eropa.
Pengelola berusaha meningkatkan pendapatan untuk membiayai perbaikan struktural museum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cbsnews.com