Senin, 01 DESEMBER 2025 • 10:00 WIB

Ribuan Orang Berduka di Lokasi Kebakaran Mematikan Hong Kong, Ada 7 Korban dari Indonesia

Author

Seorang wanita meletakkan bunga di dekat lokasi kebakaran mematikan di Wang Fuk Court, sebuah kawasan hunian di distrik Tai Po, New Territories, Hong Kong, pada 29 November 2025. (South China Morning Post)

INDOZONE.ID - Ribuan orang berduka atas kebakaran mematikan Hong Kong yang menelan 146 korban jiwa di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po. 

Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan dalam lebih dari 75 tahun terakhir di kota tersebut.

Pada Minggu (30/11/2025), masyarakat memadati lokasi kebakaran untuk memberikan penghormatan kepada para korban. 

Mereka mengantre lebih dari satu kilometer sambil membawa bunga putih dan menempelkan pesan dukacita untuk para korban kebakaran mematikan Hong Kong itu.

Tsang Shuk-yin, kepala unit identifikasi korban kepolisian Hong Kong, menyampaikan bahwa masih ada 100 kasus yang belum terselesaikan dan 54 jenazah masih menunggu proses identifikasi.

Salah seorang pelayat, Joey Yeung (28), mengungkapkan rasa kehilangan dan kemarahan. 

Baca juga:  Kebakaran Besar Picu Evaluasi Penggunaan Bambu dalam Konstruksi di Hong Kong

“Setidaknya, berikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya, mengingat apartemen neneknya turut hangus.

Komunitas pekerja migran juga turut terpukul oleh tragedi ini. Tujuh pekerja rumah tangga asal Indonesia dan satu dari Filipina telah terkonfirmasi meninggal, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. 

Doa bersama pun digelar di pusat Hong Kong oleh komunitas Filipina.

Di tengah duka mendalam, situasi politik kembali memanas. Beijing memperingatkan anti protes di Hong Kong yang berpotensi memanfaatkan kejadian ini sebagai momentum gerakan politik. 

Pemerintah pusat mengatakan akan menindak tegas pihak yang mencoba menciptakan kekacauan.

Peringatan ini muncul setelah seorang warga bernama Miles Kwan, yang menggagas petisi penyelidikan independen terkait dugaan korupsi dan pengawasan konstruksi, dilaporkan ditahan aparat. Petisinya sempat ditandatangani lebih dari 10.000 orang sebelum dihentikan.

Baca juga: Kebakaran Apartemen di Hong Kong Renggut 44 Nyawa, Ratusan Masih Hilang

Kebakaran yang menyebar cepat itu terjadi pada Rabu (26/11/2025) dan melahap tujuh dari delapan menara 32 lantai yang tengah dalam proses renovasi. 

Perancah bambu, jaring hijau pelindung, dan penggunaan insulasi busa, disebut turut mempercepat penyebaran api.

Lebih dari 4.600 penghuni bermukim di kompleks tersebut, namun alarm kebakaran dilaporkan tidak berfungsi dengan baik saat kejadian. 

Ironisnya, otoritas sebelumnya menyebut risiko kebakaran di lokasi tersebut “relatif rendah,” meski warga telah menyampaikan keluhan mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh renovasi.

Operasi penyelamatan telah berakhir pada Jumat (29/11), tetapi pihak berwenang masih terus menyisir puing bangunan dan tidak menutup kemungkinan ada korban tambahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU