INDOZONE.ID - Delegasi Ukraina tiba di Amerika Serikat dalam rangka lanjutan negosiasi perdamaian Ukraina-Rusia, setelah terjadinya pergantian ketua negosiator pada detik-detik akhir.
Delegasi ini dipimpin oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, yang kini ditunjuk Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk memimpin tahap pembicaraan terbaru ini.
Perubahan komando dalam tim negosiator ini terjadi setelah Andriy Yermak, kepala staf dan negosiator utama sebelumnya, mengundurkan diri pada Jumat.
Baca juga: Zelenskyy Siap Kerja Sama dengan AS untuk Rumuskan Rencana Akhiri Perang di Ukraina
Pengunduran dirinya dilakukan hanya beberapa jam setelah penyidik anti-korupsi menggeledah apartemennya.
Meski menghadapi tekanan politik internal, Yermak mengatakan dirinya tetap “orang yang jujur” dan menyebut akan menuju ke garis depan usai mundur dari jabatan.
Zelenskyy menyampaikan bahwa Umerov telah memberikan laporan awal mengenai persiapan kunjungan diplomatik Ukraina ke Amerika Serikat.
Presiden Ukraina itu juga menegaskan harapannya bahwa pembahasan lanjutan pada hari Minggu akan menghasilkan langkah konkret untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan diskusi antara kedua negara yang sebelumnya berlangsung di Jenewa pada akhir pekan lalu, di mana Ukraina mengajukan kontra-proposal atas usulan yang disampaikan pejabat tinggi Amerika Serikat dua minggu lalu di Kyiv.
Baca juga: Rusia Klaim Kuasai Dua Desa Baru di Ukraina Selatan
Zelenskyy saat ini menghadapi situasi militer dan politik paling berat sejak awal invasi Rusia pada 2022.
Skandal korupsi sektor energi yang bernilai sekitar US$100 juta telah menggulingkan dua menteri dan kini menyeret orang terdekat presiden.
Sementara itu, pasukan Rusia terus meraih kemajuan kecil di garis depan, dan serangan terhadap infrastruktur energi menyebabkan kota-kota Ukraina mengalami pemadaman listrik berkepanjangan setiap hari.
Meski kondisi sulit, Zelenskyy menegaskan bahwa ia tidak akan mengkhianati rakyat Ukraina, dan tidak akan menyerahkan wilayah negara hanya demi mencapai kesepakatan cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters