INDOZONE.ID - Dalam perkembangan perang Rusia-Ukraina terbaru, Moskow kembali mengumumkan kemajuan di garis depan.
Pada Minggu (16/11/2025), militer Rusia menyatakan telah merebut dua wilayah penting di selatan Ukraina.
Klaim ini mempertegas posisi Rusia di Zaporizhzhia dan menambah panjang daftar desa yang dikuasai Rusia di Ukraina Selatan sejak awal invasi.
Menurut pernyataan resmi, Rusia berhasil menguasai Mala Tokmachka dan Rivnopillia. Pengumuman ini menjadi bagian dari rangkaian klaim militer Rusia di Ukraina, yang terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Gempa M 7,4 Guncang Semenanjung Kamchatka Rusia, Sempat Ada Peringatan Tsunami
Rekaman udara yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan, tentara mereka mengibarkan bendera di antara bangunan desa yang rusak, menegaskan Rusia klaim kuasai desa baru Ukraina Selatan.
Baca juga: Wapres AS Vance Sebut Rusia Tunjukkan Perubahan Sikap dalam Upaya Damai dengan Ukraina
Di Donetsk, fokus pertempuran kini berpusat di Pokrovsk. Wilayah ini merupakan jalur logistik kritis bagi Ukraina. Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan tentara Rusia dilaporkan telah menyusup ke daerah tersebut, membuat posisi pertahanan Ukraina makin terdesak.
Pasukan Ukraina yang kelelahan dan kalah jumlah, terus berjuang menghadang gelombang serangan yang tampaknya belum menunjukkan tanda mereda.
Untuk menekan balik, Ukraina menargetkan infrastruktur energi Rusia. Kiev mengklaim berhasil menyerang kilang minyak Novokuibyshevk di Samara.
Serangan ini terjadi sehari setelah Ukraina menghantam kilang lain di wilayah dekat Moskow.
Strategi serangan ke fasilitas energi ini sudah dilakukan Ukraina sejak awal konflik untuk menghambat logistik dan pendanaan perang Rusia.
Harapan akan tercapainya perdamaian belum terlihat. Pembicaraan antara kedua negara masih buntu. Selain itu, rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest juga batal digelar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com