Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 16:00 WIB

Kisah Mayor dengan Pisau Lipat yang Melumpuhkan Penembak 2 Prajurit Garda Nasional Amerika

Author

Para anggota Garda Nasional berkumpul setelah laporan bahwa dua prajuritnya ditembak di dekat Gedung Putih di Washington, 26 November 2025. (Washington Post)

INDOZONE.ID - Sekitar pukul 2 siang di salah satu sudut pintu masuk Farragut West Metro, Washington DC, Amerika Serikat, Rahmanullah Lakanwal dengan sabar menunggu. 

Pandangannya tertuju pada dua personel militer Garda Nasional yang tengah berpatroli tak jauh dari posisinya. 

Pria keturunan Afghanistan berusia 29 tahun itu lalu mengeluarkan pistol revolver Smith & Wesson kaliber .357 Magnum. 

Moncongnya langsung ia arahkan ke dua anggota Garda Nasional.

Tembakan Lakanwal langsung menerjang dada dan kepala Sarah Beckstrom, salah satu prajurit Garda Nasional itu. 

Baca juga: Pasca Insiden Penembakan Garda Nasional, Pemerintahan Trump Perketat Tinjauan Imigrasi

Tapi Lakanwal cuma punya empat peluru di magasin revolvernya. Dengan cepat ia mengeluarkan senjata lain berjenis Beckstrom.

Serangan kedua mengenai Sersan Andrew Wolfe, yang langsung tumbang. 

Serangan fatal pada Rabu (26/11/2025) waktu setempat itu hanya berjarak dua blok dari Gerung Putih, Kediaman Resmi Presiden Amerika Serikat. 

Suasana di lokasi segera berubah tegang. Seorang petugas Garda Nasional berpangkat mayor yang sedang memeriksa pasukan tak jauh dari lokasi mendengar jelas suara tembakan. 

Di tengah suasana kacau, ia menyadari Lakanwal sudah melihat ke arahnya. 

Mayor itu bersembunyi di belakang sebuah mobil. Ia merogoh pisau lipat dari saku; hanya itu satu-satunya senjata yang ia bawa. 

Baca juga: Washington DC Mencekam, Dua Prajurit National Guard Tertembak Dekat Gedung Putih

Lakanwal sempat berhenti menembak untuk mengisi peluru. Sang mayor menganggapnya sebagai kesempatan. 

Ia menerjang kepala Lakanwal dengan pisau lipat beberapa kali sambil menjatuhkannya. 

Sejurus kemudian, seorang personel Garda Nasional yang mendengar keributan berlari menghampiri dengan pistol di tangan. Orang terakhir ini menembak bokong dan kaki Lakanwal. 

Dua personel garda Nasional menahan tubuh Lakanwal di tanah hingga ia ditangkap. 

Lakanwal kini didakwa atas tuduhan kepemilikan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan niat membunuh saat bersenjata.

Jaksa Distrik Columbia, Jeanine Pirro, berjanji akan menuntut hukuman berat bila dua personel Garda Nasional yang menjadi korban tidak pulih.

Baca juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sri Lanka, 31 Warga Meninggal

Motif serangan Lakanwal masih belum jelas. Namun, asal-usulnya yang dari Afghanistan diduga punya kaitan.

Ia merupakan bagian anggota paramiliter bentukan Amerika untuk melawan rezim Taliban saat invasi Pasca-Tragedi 9/11 yang meruntuhkan dua gedung World Trade Center pada 2001.  

Sebelum melakukan serangan, Lakanwal menempuh perjalanan 3 ribu mil selama 40 jam dari kediamannya di Bellingham, Washington, menuju lokasi penembakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU