Kenapa Putin Sebut Komite Nobel Kehilangan Kredibilitas, Justru Puji Peran Trump di Gaza
INDOZONE.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump “terlalu bagus” untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
Ia menilai Komite Nobel sudah kehilangan kredibilitas karena tak memberikan penghargaan kepada Trump, yang dianggap berperan besar dalam perdamaian dunia, termasuk konflik Gaza.
Trump Terlalu Bagus untuk Nobel Perdamaian
Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pujian tak biasa kepada Donald Trump.
Dalam komentarnya baru-baru ini, Putin menyebut Trump “terlalu bagus” untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
Menurut Putin, Komite Nobel kini “telah kehilangan kredibilitas” karena gagal menghargai sosok yang menurutnya telah berbuat banyak untuk stabilitas global.
“Donald Trump benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun,” kata Putin dilansir dari Reuters.
Baca juga: Presiden Prabowo Sejajar dengan Putin hingga Xi Jinping saat Hadiri Parade Militer Besar China
Sindiran Komite Nobel
Putin menyinggung keputusan Komite Nobel yang tahun ini memberikan penghargaan kepada pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado.
Tanpa menyebut nama, ia menyindir beberapa penerima Nobel “tidak berkontribusi apa pun terhadap perdamaian.”
Ia menilai penghargaan tersebut kini lebih politis daripada objektif.
“Kredibilitas Komite Nobel sebagian besar telah hilang,” ucapnya.
Trump Dinilai Berperan dalam Perdamaian Gaza dan Ukraina
Putin menilai Trump memiliki tekad kuat untuk “mencapai perdamaian,” terutama di Ukraina dan Timur Tengah.
Ia bahkan menyebut Gaza sebagai “contoh paling mencolok” dari upaya Trump.
Pernyataan ini muncul setelah Trump mengklaim Israel dan Hamas telah menandatangani “tahap pertama” gencatan senjata di Gaza.
“Jika Donald berhasil mencapai semua yang ia cita-citakan, itu akan menjadi momen bersejarah,” ujar Putin.
Nobel Justru Diberikan ke Oposisi Venezuela
Sementara Trump dipuji Putin, Komite Nobel justru memberikan Hadiah Perdamaian 2025 kepada María Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela yang kini hidup dalam persembunyian.
Ketua Komite Nobel, Jørgen Watne Frydnes, mengatakan Machado layak menerima penghargaan karena perjuangannya membela demokrasi dan hak asasi manusia.
Namun bagi Putin, keputusan itu menegaskan bahwa Komite Nobel sudah tak lagi objektif.
Empat Presiden AS Pernah Dapat Nobel
Sejauh ini, empat Presiden Amerika Serikat pernah menerima Nobel Perdamaian: Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, Jimmy Carter, dan Barack Obama.
Trump tidak termasuk di dalamnya, meski beberapa pihak menilai perannya di Timur Tengah dan Ukraina layak diapresiasi.
Putin bahkan mengaku pernah membahas upaya perdamaian dengan Trump.
“Kami memiliki pemahaman bersama tentang ke mana kami harus bergerak dan apa yang harus diperjuangkan,” katanya.
Respons Trump
Tak butuh waktu lama, Trump langsung merespons pernyataan Putin lewat platform miliknya, Truth Social.
Ia menulis singkat, “Terima kasih kepada Presiden Putin!”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters