Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 19:52 WIB

3 Perempuan Disiksa dan Dibunuh Kartel Narkoba Argentina saat Siaran Langsung, Faktanya Ngeri!

Author

Salah satu ibu korban tiga perempuan yang disiksa dan dibunuh kartel narkoba Argentina saat mengikuti aksi. (Reuters/Cristina Sille)

INDOZONE.ID - Tiga perempuan muda menjadi korban kebrutalan kartel narkoba Argentina, dengan mengalami penyiksaan lalu ditemukan tewas.

Perilaku menjijikan tersebut bahkan disiarkan langsung atau live streaming di media sosial.

Berikut fakta-fakta tiga perempuan muda tewas disiksa kartel narkoba Argentina.

1. Diiming-imingi Uang untuk Pesta Seks

Brenda del Castillo (20), Morena Verdi (20), dan Lara Gutiérrez (15) hilang setelah dibujuk datang ke sebuah rumah di pinggiran Buenos Aires.

Mereka dijanjikan bayaran sekitar 300 dolar AS (sekita Rp5 juta) untuk ikut pesta seks.

Namun, alih-alih pesta, mereka justru disiksa oleh pengedar narkoba.

2. Disiksa dan Disiarkan Langsung di Instagram

Menurut pihak berwenang, penyiksaan itu disiarkan ke 45 orang melalui grup Instagram pribadi.

Baca juga: Aksi Walk Out Massal di Sidang PBB ke-80: Dunia Tunjukkan Sikap Saat Netanyahu Pidato

Setelahnya, ketiga korban dibunuh dan mayat mereka dimasukkan ke dalam kantong plastik lalu dikubur di halaman rumah.

3. Diduga Balas Dendam

Penyelidik menduga eksekusi kejam itu dilakukan sebagai balas dendam.

Salah satu korban dituduh mencuri sebungkus kokain dari gembong narkoba yang beroperasi di Villa 1-11-14, kawasan miskin di Buenos Aires.

“Mereka mencoba mengirim pesan: inilah yang terjadi pada mereka yang mencuri narkoba dari saya,” kata Javier Alonso, Menteri Keamanan Provinsi Buenos Aires dikutip dari The Guardian, Minggu (28/9/.

4. Empat Orang Sudah Ditangkap

Polisi Argentina sudah menahan dua pria dan dua wanita. Dua di antaranya disewa khusus untuk membersihkan sisa-sisa pembunuhan.

Proses hukum masih berjalan, sementara keluarga korban menuntut hukuman berat bagi pelaku.

“Mereka mengambilnya dari saya dan saya ingin mereka membayar,” ujar ibu Brenda del Castillo.

5. Picu Protes Nasional

Kasus ini bikin publik Argentina marah besar. Keluarga korban, kelompok feminis, dan aktivis HAM turun ke jalan menuntut keadilan.

Mereka menilai kekerasan kartel narkoba di Argentina sudah mengkhawatirkan, bahkan mulai menyerupai Meksiko dan Kolombia.

6. Tanda Bahaya

Jurnalis investigasi Germán de los Santos mengatakan kasus ini menunjukkan perubahan pola kekerasan kartel.

“Ketika mereka menyasar orang-orang rentan, bukan hanya polisi atau sesama gangster, itu artinya ada pergeseran besar dan sangat berbahaya,” ujarnya.

7. Kartel Narkoba Manfaatkan Kemiskinan

Aktivis gereja dan komunitas di Buenos Aires memperingatkan makin meluasnya geng narkoba di wilayah miskin. 

Pemangkasan layanan publik di era Presiden Javier Milei membuat anak muda jadi sasaran empuk perekrutan.

“Tanpa sumber daya apa pun, sangat sulit untuk bersaing dengan apa yang ditawarkan oleh bandar narkoba,” kata seorang aktivis lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU