INDOZONE.ID - Pemerintah Australia membantah klaim Israel yang menyebut ada peran Tel Aviv dalam keputusan pengusiran Duta Besar Iran.
Menurut Canberra, keputusan itu diambil setelah adanya bukti kuat terkait dugaan keterlibatan Teheran dalam serangan antisemit di dua kota besar, Sydney dan Melbourne.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menyatakan bahwa keputusan mengusir Ahmad Sadeghi sebagai Duta Besar Iran di Australia sama sekali tidak ada hubungannya dengan tekanan Israel.
Baca juga: Australia akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB September 2025
“Itu omong kosong belaka,” tegas Burke dalam wawancara radio, menegaskan bahwa keputusan tersebut langsung diproses begitu laporan intelijen diterima.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, mengeklaim bahwa intervensi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berperan besar dalam keputusan tersebut.
Netanyahu bahkan menyebut Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, sebagai pemimpin lemah yang telah “mengkhianati Israel dan meninggalkan komunitas Yahudi di Australia” setelah kebijakan Canberra mengakui Palestina sebagai sebuah negara di PBB tahun lalu.
Baca juga: PM Australia Tegur Netanyahu atas Krisis Kemanusiaan di Gaza
Pemerintah Australia menuding Iran mencoba menyamarkan perannya dalam serangan terhadap restoran kosher di Sydney dan sinagoga Adass Israel di Melbourne tahun lalu.
Pengusiran ini menjadi yang pertama dilakukan Australia sejak Perang Dunia II. Burke menambahkan bahwa meskipun pelaku mungkin tidak sadar diarahkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC), tanggung jawab tetap berada pada Teheran.
Iran membantah tuduhan itu, menyebutnya bagian dari propaganda Barat. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengimbau warganya yang berada di Iran untuk segera pulang.
“Jika Anda berada di Iran, sebaiknya segera kembali ke Australia,” ujarnya.
Penny Wong juga menekankan bahwa penutupan Kedutaan Besar Australia di Teheran dan keputusan mengusir diplomat Iran menunjukkan betapa seriusnya ancaman tersebut terhadap keamanan nasional.
Langkah ini memperburuk hubungan diplomatik Australia-Iran yang memang sudah menegang sejak perang Israel-Gaza meletus pada Oktober 2023.
Selain meningkatnya serangan antisemit, Australia juga mencatat lonjakan kasus Islamofobia dalam negeri, menambah kompleksitas situasi sosial dan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters