Pakistan Bentuk Pasukan Rudal Baru, Perkuat Pertahanan di Tengah Ketegangan dengan India
INDOZONE.ID - Pemerintah Pakistan resmi mengumumkan pembentukan pasukan rudal baru yang akan fokus pada pengawasan, pengendalian, dan pengerahan persenjataan rudal di Pakistan.
Hal ini menjadi salah satu langkah strategis yang diambil sebagai keputusan militer Pakistan terbaru, untuk memperkuat pertahanan negara.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan pembentukan unit bernama Army Rocket Force pada Rabu malam (13/8/2025) dalam upacara di Islamabad.
Acara ini digelar untuk memperingati konflik besar antara Pakistan dan India pada Mei lalu, sekaligus menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Pakistan ke-78.
“Pasukan ini akan dilengkapi dengan teknologi modern,” ujar Sharif melalui pernyataan resmi, sambil menekankan bahwa keberadaan unit ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Darat.
Baca juga: Longsor di Pakistan Tewaskan Tiga Orang, Puluhan Kendaraan Tertimbun Akibat Hujan Dera
Langkah ini juga menjadi bagian dari tujuan pasukan rudal Pakistan dalam memastikan kesiapan menghadapi ancaman eksternal.
Meskipun Sharif tidak memberikan detail teknis, seorang pejabat keamanan senior menjelaskan bahwa pasukan rudal Pakistan ini akan memiliki komando sendiri di dalam struktur militer.
Tugas utamanya adalah menangani, mengawasi, dan mengerahkan sistem rudal dalam skenario perang konvensional.
“Jelas bahwa pembentukannya dimaksudkan untuk menghadapi India,” ungkap pejabat tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari strategi Pakistan tanggapi ketegangan dengan India yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir, sudah terlibat dalam persaingan militer sejak kemerdekaan mereka dari Inggris pada 1947. Salah satu sumber ketegangan utama adalah konflik berkepanjangan terkait wilayah Kashmir.
Baca juga: Selundupkan Ratusan Gram Sabu dalam Kaleng Camilan, WNA Pakistan Diamankan Polda Metro
Ketegangan terbaru memuncak pada April lalu setelah serangan di Kashmir yang dikuasai India menewaskan 26 warga sipil. New Delhi menuding Islamabad terlibat, tetapi Pakistan membantah tuduhan tersebut.
Pada Mei, pertempuran hebat pun pecah. Kedua negara saling menggunakan rudal, drone, dan jet tempur sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Islamabad mengakui peran AS, namun India menegaskan kesepakatan itu terjadi langsung melalui komunikasi antara militer kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters