Minggu, 20 JULI 2025 • 17:02 WIB

Ukraina Usulkan Putaran Baru Perundingan Damai ke Rusia, Ini Perkembangan Terkini Perang di Hari ke-1242

Author

Ukraina Usulkan Putaran Baru Perundingan Damai ke Rusia, Ini Perkembangan Terkini Perang di Hari ke-1242 (sumber: Reuters/ Thomas Peter)

INDOZONE.ID - Setelah lebih dari tiga tahun dilanda perang bersenjata yang telah merenggut puluhan ribu nyawa dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, Ukraina kembali mengusulkan putaran baru perundingan damai ke Rusia. Usulan ini disampaikan di tengah perang yang masih berlangsung selama 1.242 hari, dengan ketegangan yang masih tinggi di beberapa wilayah serta dampak yang semakin meluas terhadap stabilitas regional dan kehidupan sipil.

Pada hari Sabtu kemarin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina secara resmi kembali mengusulkan kepada Rusia untuk mengadakan putaran baru perundingan damai minggu depan. Hal ini menyusul kegagalan negosiasi pada awal Juni lalu di Istanbul, yang gagal menghasilkan kesepakatan menuju gencatan senjata. Meskipun gagal bersepakat untuk melakukan gencatan senjata, pembicaraan tersebut membuahkan kesepakatan soal pertukaran tahanan dalam skala besar dan pemulangan jenazah prajurit yang gugur dalam perang.

“Sekretaris Dewan Keamanan, Rustem Umerov, juga melaporkan bahwa ia sudah mengusulkan pertemuan dengan pihak Rusia pekan depan,” ujar Zelenskyy dalam pidatonya untuk masyarakat.

Umerov, mantan Menteri Pertahanan Ukraina, minggu lalu ditunjuk sebagai kepala keamanan nasional dengan tugas khusus mendorong percepatan proses negosiasi. Zelenskyy juga menyatakan bahwa ia siap menghadapi Putin dalam perundingan damai minggu depan.

“Pertemuan langsung di tingkat pemimpin memang sangat diperlukan untuk mewujudkan perdamaian—perdamaian yang bertahan dalam jangka panjang,” ucapnya.

Sementara itu, di medan perang, serangan terus berlanjut. Rusia kembali melancarkan serangan-serangan masif di beberapa wilayah di Ukraina. Presiden Ukraina menyatakan bahwa pasukan Rusia meluncurkan lebih dari 300 drone dan 30 rudal ke kota-kota di Ukraina. Akibat serangan ini, terjadi kerusakan infrastruktur hebat di wilayah Sumy dan membuat ribuan keluarga kehilangan akses listrik, tambah Zelenskyy.

Baca juga: Rusia Gempur Ukraina dengan 700 Drone usai Trump Janji Kirim Senjata Tambahan

Serangan drone rusia hantam kota Kiev, Ukraina. (Gleb Garanich)

Pasukan Rusia juga meluncurkan serangan rudal lainnya di wilayah Dnipropetrovsk. Gubernur Serhiy Lysak melaporkan bahwa serangan ini menewaskan dua orang serta menimbulkan kerusakan pada infrastruktur negara seperti klinik rawat jalan, sekolah, dan institusi budaya. Serangan rudal lain juga dilancarkan Rusia di pelabuhan Laut Hitam (Black Sea) di Odesa, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya, termasuk anak-anak, lapor pihak berwenang.

Baca juga: 1.241 Hari Berlalu, Perang Rusia-Ukraina Tak Kunjung Usai: Inilah SItuasi Terkini yang Patut Jadi Perhatian Dunia!

Sementara di sisi Rusia, Menteri Moskow Sergei Sobyanin menyatakan bahwa satuan pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh enam rudal dan 349 drone pada hari Sabtu. Pada hari Minggu, pasukan pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan lebih dari 15 drone Ukraina yang mengarah ke ibu kota. Menteri Pertahanan Rusia juga mengklaim bahwa pada hari yang sama, Rusia berhasil menggagalkan 40 serangan drone Ukraina, yang 21 di antaranya menyasar wilayah perbatasan Bryansk. Gubernur wilayah Rostov, yang berbatasan langsung dengan Ukraina bagian timur, mengungkapkan bahwa serangan Ukraina menyebabkan kebakaran dan kerusakan jaringan listrik.

Di tengah berlanjutnya serangan dan ketegangan di berbagai wilayah, usulan untuk memulai kembali perundingan damai menjadi harapan besar atas perdamaian di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski tantangan diplomatik menuju gencatan senjata masih besar, setiap upaya tetap layak mendapat ruang dan perhatian publik demi mencegah eskalasi yang lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera, The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU