INDOZONE.ID - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) akhirnya mengakui serangan rudal Iran yang diluncurkan pada 23 Juni 2025, menghantam Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang merupakan markas militer utama AS di Timur Tengah.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi militer setelah serangan udara AS ke tiga situs nuklir Iran.
“Satu rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al Udeid, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara AS dan Qatar,” ujar Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, dalam pernyataannya kepada kantor berita Anadolu.
Meski demikian, Parnell menjelaskan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan rudal itu disebutnya hanya menyebabkan kerusakan minimal pada bangunan serta perlengkapan di dalam pangkalan.
Baca juga: Sebelum Trump Umumkan Gencatan Senjata, Iran Sempat Kirim Rudal ke Pangkalan Militer AS di Qatar
“Pangkalan tetap beroperasi penuh dan terus melaksanakan misinya bersama mitra kami dari Qatar untuk menjaga stabilitas kawasan,” tegasnya.
Respons Terbesar dalam Sejarah Sistem Patriot
Serangan rudal Iran tersebut memicu respon defensif berskala besar dari militer AS dan Qatar. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan gabungan dari kedua negara berhasil menangkis sebagian besar serangan.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut keterlibatan sistem pertahanan udara dalam insiden tersebut sebagai momen bersejarah.
“Ini adalah keterlibatan tunggal terbesar dalam sejarah sistem Patriot di militer AS,” ujar Caine saat konferensi pers pada 26 Juni.
Baca juga: Ayatollah Khamenei Klaim Kemenangan Iran atas Israel Usai Gencatan Senjata
Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan Patriot milik AS dan Qatar bekerja berdampingan untuk melindungi instalasi penting. Meski tidak menyebutkan jumlah rudal yang diluncurkan sebagai balasan, Caine menggambarkan intensitas pertempuran.
“Banyak logam beterbangan di sekitar,” katanya menggambarkan kepadatan lalu lintas rudal selama serangan berlangsung.
Latar Belakang Ketegangan
Serangan rudal Iran ke pangkalan AS tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan udara Amerika ke tiga situs nuklir Iran yang terjadi pada 21 Juni. Insiden ini memperburuk hubungan antara kedua negara yang memang sudah memanas sejak beberapa bulan terakhir.
Pangkalan Udara Al Udeid, yang berfungsi sebagai pusat komando dan logistik utama CENTCOM di wilayah Teluk, menampung ribuan personel militer AS dan sekutu, serta menjadi titik kunci operasi militer di Timur Tengah.
Meningkatnya frekuensi serangan dan keterlibatan sistem pertahanan tingkat tinggi menunjukkan bahwa kawasan Teluk kembali berada dalam situasi strategis yang rapuh.
Meski saat ini pangkalan telah beroperasi normal, dinamika geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan terus bergolak dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu, ANTARA